An Overview of Blood Pressure Based on Affecting Hypertension Factors in Elderly Stage; Description Study at Garut Elderly Social Rehabilitation Service Unit



Intan Maeilani Rahayu(1), Iwan Shalahuddin(2Mail), Kurniawan Yudianto(3),
(1) Fakultas Keperawatan Unpad, Indonesia
(2) Fakultas Keperawatan Unpad, Indonesia
(3) Fakultas Keperawatan Unpad, Indonesia

Mail Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.30604/jika.v5i2.349

Full Text:    Language : En
Submitted : 2020-09-02
Published : 2020-12-09

Abstract


Hypertension is systolic blood pressure greater than 140 mmHg and a diastolic pressure greater than 90 mmHg, based on two or more measurements. The factors that affect hypertension are grouped into two, which is the factors that cannot be changed and the factors that can be changed. The purpose of this study was to determine the description of blood pressure based on the factors that influence hypertension in elderly stage at Garut Elderly Social Rehabilitation Service Unit. This study used a descriptive design with a quantitative approach. The population in this study were all elderly with hypertension as many as 32 elderly. A sample of 32 elderly was taken by total sampling technique. The instruments used to measure blood pressure were a calibrated digital sphygmomanometer and a questionnaire. The data analysis used descriptive statistical analysis. The results showed that the female (53.1 percent) obtained an average systolic output of 165 mmHg and diastolic 101 mmHg. In the range of elderly (46.9 percent) and elderly (46.9 percent), at the age of 60-74 (elderly), the average systolic outcome was 169.3 mmHg and diastolic output was 103.1 mmHg. age 75- 90 (Old) obtained a mean systolic output of 166.6 mmHg and diastolic 101.2 mmHg. Patients with a family history (71.9 percent) had a mean systolic output of 167.6 mmHg and diastolic output of 103.4 mmHg. In non-obese patients (90.6 percent), with a lean BMI, the average systolic output was 170.5 mmHg and diastolic output was 101.1 mmHg, at normal BMI, an average systolic output was 165.2 mmHg and diastolic output was 165.2 mmHg. 101.6 mmHg. In patients who did not consume salty foods (96.9 percent), the average systolic output was 166.5 mmHg and diastolic output was 101.4 mmHg. Non-smoking patients (71.9 percent) had a mean systolic output of 170.1 mmHg and diastolic output of 102.7 mmHg. In patients who did exercise (68.7 percent), the average systolic output was 165.6 mmHg and diastolic output was 101.5 mmHg. It can be concluded that the systolic blood pressure picture of the overall systolic mean is 166.5 mmHg and the diastolic is 101.4 mmHg. Then the most cases of hypertension are in the elderly category with a family history of hypertension. It is recommended to detect other family members with PKMS (Social Welfare) by making home visits. It can increase preventive and curative efforts related to hypertension as well as providing counselling about hypertension to the elderly at Garut Elderly Social Rehabilitation Service Unit.

 

 

Abstrak: Hipertensi adalah tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg, berdasarkan dua atau lebih pengukuran. Faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tekanan darah berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi pada lansia di Unit Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Garut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia dengan hipertensi sebanyak 32 lansia. Sampel berjumlah 32 lansia diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tekanan darah adalah sphygmomanometer digital terkalibrasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berjenis kelamin perempuan (53,1 persen) diperoleh rata-rata luaran sistolik 165 mmHg dan diastolik 101 mmHg. Pada rentang usia lanjut usia (46,9 persen) dan lanjut usia (46,9 persen), pada usia 60-74 (lanjut usia) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 169,3 mmHg dan diastolik sebanyak 103,1 mmHg, pada usia 75- 90 (Lama) didapatkan luaran sistolik rata-rata 166,6 mmHg dan diastolik 101,2 mmHg. Pada pasien dengan riwayat keluarga (71,9 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 167,6 mmHg dan diastolik sebanyak 103,4 mmHg. Pada pasien non obesitas (90,6 persen), dengan IMT kurus didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 170,5 mmHg dan diastolik sebanyak 101,1 mmHg, pada BMI normal didapatkan luaran sistolik rata-rata sebanyak 165,2 mmHg dan diastolik sebanyak 101,6 mmHg. Pada pasien yang tidak mengkonsumsi makanan asin (96,9 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 166,5 mmHg dan diastolik sebanyak 101,4 mmHg. Pada pasien non-merokok (71,9 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 170,1 mmHg dan diastolik sebanyak 102,7 mmHg. Pada pasien yang melakukan senam (68,7 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 165,6 mmHg dan diastolik sebanyak 101,5 mmHg. Dapat disimpulkan bahwa gambaran tekanan darah sistolik dari rerata sistolik keseluruhan adalah 166,5 mmHg dan diastolik sebesar 101,4 mmHg kemudian kasus hipertensi terbanyak pada kategori lansia dengan riwayat keluarga hipertensi. Disarankan untuk melakukan deteksi anggota keluarga lain dengan PKMS dengan melakukan kunjungan rumah dengan meningkatkan upaya preventif dan kuratif terkait hipertensi serta pemberian penyuluhan tentang hipertensi pada lansia di Unit Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Garut.


Keywords


Blood pressure; Hypertension; Elderly

References


Anggraeni (2009) ‘faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien yang Berobat di Poliklinik Dewasa Puskesmas Bangkinang Periode Januari sampai Juni 2008’. Universitas Riau

Black, J. M. and Hawks, J. H. (2005) Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis untuk Hasil yang Diharapkan. Jakarta: Salemba Emban Patria.

Dalimartha, S. (2008) Care Your Self, Hypertensiom. Jakarta: Penebar Plus Positif.

Depkes (2006) Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Penyakit Hipertensi. Jakarta: Diroktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Direktorat Jendral PP dan PL.

Gusti, F. I. (2013) ‘Hubungan Antara Obesitas, Pola Makan, Aktifitas Fisik, Merokok dan Lama Tidur dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia’, Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan-JuMantik, 32, pp. 110–126.

Haendra, F., Anggara, D. and Prayitno, N. (2013) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tekanan Darah Di Puskesmas Telaga Murni. Jurnal Ilmiah Kesehatan 5(1), pp. 20–25.

Hasurungan, J. (2012) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Hipertensi pada Lansia di Kota Depok’.http://eprints.lib.ui.ac.id/11652/1/80188-T13778-Polakebiasaan-TOC.pdf

Haswan, A. (2017). Gambaran Karakteristik Penderita Hipertensi dan Tingkat Kepatuhan Minum Obat di Wilayah Kerja Puskesmas Kintamani I. Intisari Sains Medis, 8(2), pp. 130–134. doi: 10.1556/ism.v8i2.127.

Husna, A. (2017) ‘Hubungan Riwayat Keluarga dan Gaya Hidup dengan Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh Relationship History of Family and Lifestyle With Hypertension in Elderly Natural Health in Kuta Banda Aceh’, Journal of Healthcare Technology and Medicine Vol. 3 No. 1 April 2017 Universitas Ubudiyah Indonesia. http://jurnal.uui.ac.id/index.php/JHTM/article/viewFile/264/79

Julianti, A. et al. (2015) ‘Hubungan Antara Obesitas dan Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah Pasien Hipertensi’, Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Volume 5. Nomor 1. Edisi Juli 2015. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/miki/article/viewFile/7878/5440

Kaplan, N. M. and Victor, R. G. (2002) Clinical Hypertension. 8th edn. Lippincot : Willliams & Wilkins.

Kemeskes (2014) Masalah Hipertensi di Indonesia. Available at: https://pusdatin.kemkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-info-datin.html.

Kemeskes (2018) Hasil Utama Riskesdas 2018 Kementrian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Available at: https://www.slideshare.net/ssuser200d5e/hasil-riskesdas-riset-kesehatan-dasar-tahun-2018.

Novita, T. (2014) ‘Hubungan Karakteristik (Umur, Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan) Dan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Di Kelurahan Makamhaji Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo’, Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta http://eprints.ums.ac.id/29084/9/02._Naskah_Publikasi.pdf.

Nursalam (2011) Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pedoman Skripsi, Tesis, Dan Instrumen Penelitian Kesehatan. Jakarta: salemba Medika.

Panduan PBL (2003). Jakarta: FK UI.

Rosidin, U., Shalahuddin, I. and Sumarna, U. (2018) ‘Hubungan Kemandirian Keluarga Dengan Perawatan Hipertensi Pada Keluarga Binaan Puskesmas Sukaresmi Garut’, Jurnal Keperawatan BSI, VI(1) April 2018, pp. 12–20. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jk/article/viewFile/3688/2352

Rustiana (2014) ‘Gambaran Faktor Resiko Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2014’, Diakses tanggal 13 Mei 2020 dari alamat web http://repository.uinjkt.ac.id

Sheps and G, S. (2002) Mayo Clinic Hypertension. Jakarta: Intisari.

Sihotang, M. and Elon, Y. (2020) ‘Hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada orang dewasa’, 4(April).

Smeltzer, S. C. and Bare, B. C. (2013) Keperawatan Medikal Bedah. 12th edn. Jakarta: EGC.

Sugiharto, A. (2007) ‘Faktor-Faktor Risiko Hipertensi Grade II’.

Suprihatin, A. (2016) ‘Hubungan Antara Kebiasaan Merokok, Aktivitas Fisik, Riwayat Keluarga Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Nguter’, Publikasi Ilmiah, 9(2), p. 10. doi: 10.5151/cidi2017-060.

Zipes, D. P. et al. (2008) Braunwald’s Heart Desease. USA: Saunders Elseve


Article Metrics

 Abstract Views : 76 times
 Fulltext (Bahasa Indonesia) Downloaded : 30 times

Dimensions, PlumX, and Google Scholar Metrics

10.30604/jika.v5i2.349



Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.