Abstract


Hypertension is systolic blood pressure greater than 140 mmHg and a diastolic pressure greater than 90 mmHg, based on two or more measurements. The factors that affect hypertension are grouped into two, which is the factors that cannot be changed and the factors that can be changed. The purpose of this study was to determine the description of blood pressure based on the factors that influence hypertension in elderly stage at Garut Elderly Social Rehabilitation Service Unit. This study used a descriptive design with a quantitative approach. The population in this study were all elderly with hypertension as many as 32 elderly. A sample of 32 elderly was taken by total sampling technique. The instruments used to measure blood pressure were a calibrated digital sphygmomanometer and a questionnaire. The data analysis used descriptive statistical analysis. The results showed that the female (53.1 percent) obtained an average systolic output of 165 mmHg and diastolic 101 mmHg. In the range of elderly (46.9 percent) and elderly (46.9 percent), at the age of 60-74 (elderly), the average systolic outcome was 169.3 mmHg and diastolic output was 103.1 mmHg. age 75- 90 (Old) obtained a mean systolic output of 166.6 mmHg and diastolic 101.2 mmHg. Patients with a family history (71.9 percent) had a mean systolic output of 167.6 mmHg and diastolic output of 103.4 mmHg. In non-obese patients (90.6 percent), with a lean BMI, the average systolic output was 170.5 mmHg and diastolic output was 101.1 mmHg, at normal BMI, an average systolic output was 165.2 mmHg and diastolic output was 165.2 mmHg. 101.6 mmHg. In patients who did not consume salty foods (96.9 percent), the average systolic output was 166.5 mmHg and diastolic output was 101.4 mmHg. Non-smoking patients (71.9 percent) had a mean systolic output of 170.1 mmHg and diastolic output of 102.7 mmHg. In patients who did exercise (68.7 percent), the average systolic output was 165.6 mmHg and diastolic output was 101.5 mmHg. It can be concluded that the systolic blood pressure picture of the overall systolic mean is 166.5 mmHg and the diastolic is 101.4 mmHg. Then the most cases of hypertension are in the elderly category with a family history of hypertension. It is recommended to detect other family members with PKMS (Social Welfare) by making home visits. It can increase preventive and curative efforts related to hypertension as well as providing counselling about hypertension to the elderly at Garut Elderly Social Rehabilitation Service Unit.

 

 

Abstrak: Hipertensi adalah tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg, berdasarkan dua atau lebih pengukuran. Faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tekanan darah berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi pada lansia di Unit Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Garut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia dengan hipertensi sebanyak 32 lansia. Sampel berjumlah 32 lansia diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tekanan darah adalah sphygmomanometer digital terkalibrasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berjenis kelamin perempuan (53,1 persen) diperoleh rata-rata luaran sistolik 165 mmHg dan diastolik 101 mmHg. Pada rentang usia lanjut usia (46,9 persen) dan lanjut usia (46,9 persen), pada usia 60-74 (lanjut usia) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 169,3 mmHg dan diastolik sebanyak 103,1 mmHg, pada usia 75- 90 (Lama) didapatkan luaran sistolik rata-rata 166,6 mmHg dan diastolik 101,2 mmHg. Pada pasien dengan riwayat keluarga (71,9 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 167,6 mmHg dan diastolik sebanyak 103,4 mmHg. Pada pasien non obesitas (90,6 persen), dengan IMT kurus didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 170,5 mmHg dan diastolik sebanyak 101,1 mmHg, pada BMI normal didapatkan luaran sistolik rata-rata sebanyak 165,2 mmHg dan diastolik sebanyak 101,6 mmHg. Pada pasien yang tidak mengkonsumsi makanan asin (96,9 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 166,5 mmHg dan diastolik sebanyak 101,4 mmHg. Pada pasien non-merokok (71,9 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 170,1 mmHg dan diastolik sebanyak 102,7 mmHg. Pada pasien yang melakukan senam (68,7 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 165,6 mmHg dan diastolik sebanyak 101,5 mmHg. Dapat disimpulkan bahwa gambaran tekanan darah sistolik dari rerata sistolik keseluruhan adalah 166,5 mmHg dan diastolik sebesar 101,4 mmHg kemudian kasus hipertensi terbanyak pada kategori lansia dengan riwayat keluarga hipertensi. Disarankan untuk melakukan deteksi anggota keluarga lain dengan PKMS dengan melakukan kunjungan rumah dengan meningkatkan upaya preventif dan kuratif terkait hipertensi serta pemberian penyuluhan tentang hipertensi pada lansia di Unit Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Garut.


Keywords


Blood pressure; Hypertension; Elderly


Fatal error: Call to a member function getCount() on null in /home/u5727174/public_html/aisyah.journalpress.id/cache/t_compile/responsiveTheme^%%38^38D^38D7420B%%article.tpl.php on line 248