Utilization of Patin Bone Flour (Pangasius hypopthalmus Sp.) As an Additional Biscuit For Stunting Children



Dewi Sartika Siagian(1Mail), Wahyu Margi Sidoretno(2), Sri Kartini(3),
(1) Universitas Abdurrab, Indonesia
(2) Program Studi D-III Analis Farmasi dan Makanan Universitas Abdurrab, Indonesia
(3) Program Studi D-III Analis Farmasi dan Makanan Universitas Abdurrab, Indonesia

Mail Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.30604/jika.v5i2.367

Full Text:    Language : id
Submitted : 2020-10-14
Published : 2020-12-09

Abstract


Stunting is one of the nutritional problems in Indonesia, the direct causes of stunting are infectious diseases and inadequate food intakes, such as protein and calcium deficiency. Calcium is a macromineral that is needed by humans and has an important role and function for the body, both in cells, tissues, organs and the whole body. Sources of calcium can be obtained from daily food or foods that are intentionally added calcium to increase its nutritional value. One of the easiest and cheapest food sources to obtain is fish, such as ikan patin (Pangasius hypothalamus Sp.). Ikan patin is a fish that is classified as delicious, delicious and tasty fish. In addition, ikan patin contains high protein and low cholesterol. The aim of this research is to produce biscuits made from ikan patin bone meal which has great potential to be used as raw material for a bone meal which is rich in calcium. This type of research is experimental. The procedure of this research was carried out in two stages, namely making fishbone meal from ikan patin and making biscuits with the addition of fishbone meal with various concentrations of 0 percent, 25 percent and 50 percent. The results showed that the levels of calcium in the biscuits with the addition of ikan patin bone meal with various concentrations were 1.3 percent, 5.39 percent, 5.95 percent, the biscuit protein content of each concentration was 2.59 percent, 4.74 percent and 4.71.  percent. The results of this study can be used as a reference in making food with the addition of ikan patin bone meal which is rich in calcium levels.


Abstrak: Stunting adalah salah satu permasalahan gizi di Indonesia, penyebab langsung stunting adalah penyakit infeksi dan asupan makanan yang tidak memadai, seperti kekurangan protein dan kalsium. Kalsium merupakan makromineral yang dibutuhkan oleh manusia dan memiliki peran dan fungsi penting bagi tubuh, baik pada sel, jaringan, organ dan keseluruhan tubuh. Sumber kalsium dapat diperoleh dari makanan sehari-hari atau makanan yang sengaja ditambahkan kalsium untuk meningkatkan nilai gizinya. Salah satu sumber makanan yang paling mudah dan murah untuk didapatkan adalah ikan, seperti ikan patin (Pangasius hypopthalmus Sp.). Ikan patin merupakan ikan yang tergolong ikan enak, lezat dan gurih. Disamping itu, patin mengandung protein yang tinggi dan kolestrol yang rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan biskuit yang terbuat dari tepung tulang ikan patin yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung tulang yang kaya akan kalsium. Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Prosedur penelitian ini dilakukan melalui dua tahap yaitu pembuatan tepung tulang ikan dari ikan patin  dan pembuatan biskuit dengan penambahan tepung tulang ikan dengan berbagai konsentrasi 0 persen, 25 persen dan 50 persen. Hasil penelitian menunjukkan kadar kalsium pada biskuit dengan tambahan tepung tulang ikan patin dengan berbagai konsentrasi tersebut adalah 1,3 persen, 5,39 persen, 5,95 persen , kadar protein biskuit masing-masing konsentrasi adalah 2,59 persen, 4.74 persen dan 4.71 persen. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam pembuatan makanan dengan tambahan tepung tulang ikan patin yang kaya akan kadar kalsium.


Keywords


Stunting; Patin Fish; Fish Bone Flour; Biscuits

References


Amina Bouziani, Saeid Naima, Hasnae Benkirane, L. Q. (2018) “Dietary Calcium Intake in Sample of School Age Children in City of Rabat, Morocco,” Journal of nutrition and metabolism, 2, hal. 1–7. doi: 10.1155/2018/8084623.

Fridata, I. G. (2014) “Kualitas biskuit keras dengan Kombinasi Tepung Ampas Tahu dan Bekatul Beras Merah,” Teknobiologi, hal. 1–16. Tersedia pada: http://e-journal.uajy.ac.id/6532/.

Indonesia, Persatuan. Ahli. Gizi. (2018) Stop Stunting Dengan Konseling Gizi. Tersedia pada: https://books.google.co.id/books?id=8-CMDwAAQBAJ&printsec=copyright&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false.

Komalasari, K., Supriati, E., Sanjaya, R., & Ifayanti, H. (2020). Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 51 - 56. Retrieved from https://ukinstitute.org/journals/1/makein/article/view/1210

M. Gufran H. K Kordi. (2010) Panduan Lengkap Memelihara Ikan Air Tawar Dikolam Terpal. Tersedia pada: https://onesearch.id/Record/IOS3966.INLIS000000000000749.

Kregiel, D. (2015) “Health Safety of Soft Drinks: Contents, Containers, and Microorganisms,” BioMed Research International. doi: 10.1155/2015/128697.

Maulida, N. (2005) Pemanfaatan Tepung Tulang Madidihang Sebagai Suplemen Dalam Pembuatan Biskuit (Crackers), Skripsi: Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Insitut Pertanian Bogor. Tersedia pada: https://docplayer.info/48550145-Pemanfaatan-tepung-tulang-ikan-madidihang-thunnus-albacares-sebagai-suplemen-dalam-pembuatan-biskuit-crackers-oleh-nurul-maulida-c.html.

MB, Arisman. (2007) Gizi Dalam Daur Kehidupan. Tersedia pada: https://onesearch.id/Record/IOS3504.libra-116181316000394.

Nur Afrinis, Verawati Besti, H. D. A. (2014) “Formulasi dan Karakteristik Bihun Tinggi Protein dan Kalsium dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus) Untuk Balita Stunting,” Media Kesehatan Masyarata Indonesia, 14(2). Tersedia pada: https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/3984.

Park, Y. J. dan Chen, J. (2009) “Microbial quality of soft drinks served by the dispensing machines in fast food restaurants and convenience stores in Griffin, Georgia, and surrounding areas,” Journal of Food Protection, 72(12), hal. 2607–2610. doi: 10.4315/0362-028X-72.12.2607.

RI, Kemendagri. (2013)

Rikah, T. dan (2004) Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius sp.) Sebagai Bahan Tambahan Kerupuk. Tersedia pada: https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/16583.

Sari (2013) Pengaruh Penambahan Tepung Tulang Ikan Lele (Clarias Batrachus) Pada Pembuatan Mie Basah Terhadap Kadar Kalsium, Elastisitas, Dan Daya Terima, Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tersedia pada: https://docplayer.info/135689659-Pengaruh-penambahan-tepung-tulang-ikan-lele-clarias-batrachus-pada-pembuatan-mie-basah-terhadap-kadar-kalsium-elastisitas-dan-daya-terima.html.

Sesmita Sari (2016) Pemanfaatan Pati Sagu Dan Tepung Ikan Patin Dalam Pembuatan Biskui, Perpustakaan Universitas Riau. Tersedia pada: https://digilib.unri.ac.id/index.php?p=show_detail&id=59297&keywords=.

Shafira Roshmita Diniyyah, T. S. nindya (2017) “Energy, Protein and Fat Intake with Underweight of Toddlers Age 24-59 Months in Suci Village, Gresik,” Amerta Nutr. Retrieve. Tersedia pada: https://www.e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/7139.

Susanto, D. agus (2019) “Kualitas Produk Biskuit Menghadapi Pemberlakuan Sni Biskuit Secara Wajib [Studi Kasus Di DKI JAKARTA],” The Journal of Nutrition and Food Research, 41(1), hal. 1–12. Tersedia pada: https://www.researchgate.net/publication/338895277_KUALITAS_PRODUK_BISKUIT_MENGHADAPI_PEMBERLAKUAN_SNI_BISKUIT_SECARA_WAJIB_STUDI_KASUS_DI_DKI_JAKARTA.

Wini Trilaksani, Ella Salamah, M. N. (2006) “Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus sp.) Sebagai Sumber Kalsium dengan Metode Hidrolisis Protein,” Buletin Teknologi Hasil Perikanan, 9(2). Tersedia pada: https://journal.ipb.ac.id/index.php/jphpi/article/view/983.

Yantos (2016) “Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kampar Terhadap Peningkatan Daya Saing UMKM Desa Koto Masjid Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi (ASEAN),” Jurnal Risalah, 27(1), hal. 32–45. Tersedia pada: https://media.neliti.com/media/publications/127947-ID-kebijakan-pemerintah-kabupaten-kampar-te.pdf.


Article Metrics

 Abstract Views : 76 times
 Fulltext (Bahasa Indonesia) Downloaded : 44 times

Dimensions, PlumX, and Google Scholar Metrics

10.30604/jika.v5i2.367



Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.