Determinant Factor for Stunting in Toddler



Kurniasih Widayati(1), I kadek Agus Dwija Putra(2), Ni Luh Made Asri Dewi(3Mail),
(1) Stikes Kesdam IX/Udayana, Indonesia
(2) Stikes Kesdam IX/Udayana, Indonesia
(3) Stikes Kesdam IX/Udayana, Indonesia

Mail Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.30604/jika.v6i1.381

Full Text:    Language : En
Submitted : 2020-11-12
Published : 2021-03-22

Abstract


Stunting (failure to thrive) is a chronic nutritional problem in children under five which is characterized by a height that is shorter than its age. Stunting is a threat to the nation’s competitiveness. The side effects are disruption of brain development, intelligence, physical growth disorders, and metabolic disorders in the child’s body. The research objective was to determine the determinant factors causing stunting in Sukawati Gianyar District. The research design was a case-control with a sample size of 47 cases and 144 controls, all of which were selected within a certain time period, namely 1-16 August 2020 in Sukawati Subdistrict, Gianyar Regency. Cases were respondents whose height was less suitable for age and controls were toddlers with height according to age. Data were collected using a questionnaire that asks about maternal factors, child factors, environmental factors and health service factors. Univariate analysis is used to determine the characteristics of respondents, bivariate to determine OR and, multivariate logistic regression method to determine Adjusted OR. The bivariate analysis showed that the factors that increased the risk of stunting were maternal height with OR = 3,260 (95% CI: 1,567-6,783), Gravida OR = 2,719 (95% CI: 1,256-5,889), Birth weight with OR = 0.217 (95% CI: 0.165-0.286), Multivariate analysis showed that the determinant variable which significantly increased the risk of stunting was maternal height with OR = 3.5 (95% CI: 1.6-7.9), Gravida with OR = 3.394. (95% CI: 1.368-8.416) and breastfeeding initiation counseling with OR = 0.392 (95% CI: 0.158 0.974). Mother's height and Gravida are risk factors for stunting in Sukawati District, Gianyar Regency, Bali.

 

Abstrak: Stunting (gagal tumbuh) merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari usianya. Stunting merupakan ancaman bagi daya saing bangsa. Efek sampingnya adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme pada tubuh anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan penyebab stunting di Kecamatan Sukawati Gianyar. Rancangan penelitian adalah  case control dengan ukuran sampel 47 kasus dan 144 kontrol yang semuanya dipilih dalam kurun waktu tertentu yaitu tanggal 1-16 Agustus 2020 di Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Kasus adalah responden yang didapatkan tinggi badan kurang sesuai dengan umur dan kontrol adalah bayi dengan tinggi badan sesuai dengan umurnya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang menanyakan tentang faktor ibu, faktor anak, faktor lingkungan dan faktor pelayanan kesehatan. Analisis univariat digunakan untuk mengetahui karakteristik responden, bivariat untuk mengetahui OR  dan, metode regresi logistik multivariat untuk menentukan Adjusted OR. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor yang meningkatkan risiko stunting adalah tinggi badan ibu dengan OR = 3,260 (95% CI: 1,567-6,783), Gravida OR = 2,719 (95% CI: 1,256-5,889), Berat Badan Lahir  dengan OR = 0,217 (95 % CI: 0,165-0,286), Analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel determinant meningkatkan risiko stunting secara signifikan adalah tinggi badan ibu dengan OR = 3,5 (95% CI: 1,6-7,9), Gravida  dengan OR= 3,394 (95%CI: 1,368-8,416) dan penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini dengan OR=0,392 (95%CI: 0,158 0,974). Tinggi badan Ibu dan Gravida merupakan faktor risiko stunting di Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Bali.


Keywords


Determinant; stunting; Bayi; Toddler

References


Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1), hlm 163-170. https://doi.org/10.1038/nature02345

Berhe, K., Seid, O., Gebremariam, Y., Berhe, A., & Etsay, N. (2019). Risk factors of stunting (chronic undernutrition) of children aged 6 to 24 months in Mekelle City, Tigray Region, North Ethiopia: An unmatched case-control study. PLoS ONE, 14(6). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0217736

Dharma, K. K. (2013). Metodologi Penelitian Keperawatan.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2017). Masalah dan prioritas program kesehatan prov. bali.

Hafid, F., & Nasrul, N. (2016). Faktor Risiko Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan di Kabupaten Jeneponto (Risk Factors of Stunting among Children Aged 6-23 Months in Jeneponto Regency). Indonesian Journal of Human Nutrition, 3(1), 42–53. https://doi.org/10.21776/ub.ijhn.2016.003.Suplemen.5

Hanifah, L., Wulansari, R., Meiandayati, R., & Achadi, E. L. (2018). Stunting trends and associated factors among Indonesian children aged 0-23 months: Evidence from Indonesian Family Life Surveys (IFLS) 2000, 2007 and 2014. Malaysian Journal of Nutrition.

Jihad, J., Ahmad, L., & ainurrafiq, A. (2016). Analisis Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2016. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsyiah, 1(3), 186502.

kementrian desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi. (n.d.). Buku saku Kader pembangunan Manusia memastikan Konvergensi Penanganan stunting desa. Retrieved from http://siha.depkes.go.id/portal/files_upload/Buku_Saku_Stunting_Desa.pdf

Kementrian Kesehatan RI. (2016). Situasi balita pendek. Info Datin, 2442–7659. https://doi.org/ISSN 2442-7659

Komalasari, K., Supriati, E., Sanjaya, R., & Ifayanti, H. (2020). Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 51 - 56. doi:https://doi.org/10.47679/makein.202010

Nugroho, A. (2016). Determinan Growth Failure ( Stunting ) Pada Anak Umur 1 S / D 3 Tahun ( Studi Di Kecamatan Tanjungkarang Barat Kota Bandar Lampung ). Jurnal Kesehatan, vii(3), 470–479.

Rahmadi, A. (2016). Hubungan Berat Badan Dan Panjang Badan Lahir Dengan Kejadian Stunting Anak 12-59 Bulan Di Provinsi Lampung. Jurnal Keperawatan, XII(2), 209–218. https://doi.org/10.1186/s12885-016-2290-5

Rahman, A. (2015). Significant Risk Factors for Childhood Malnutrition: Evidence from an Asian Developing Country. Science Journal of Public Health, 4(1), 16–27. https://doi.org/10.11648/j.sjph.s.2016040101.14

Sastroasmoro S, I. S. (2010). Analisis kesintasan. Dalam: Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. In Sagung seto.

Uwiringiyimana, V., Ocké, M. C., Amer, S., & Veldkamp, A. (2018). Data on child complementary feeding practices, nutrient intake and stunting in Musanze District, Rwanda. Data in Brief, 21, 334–342. https://doi.org/10.1016/j.dib.2018.09.084


Article Metrics

 Abstract Views : 29 times
 Fulltext (Bahasa Indonesia) Downloaded : 23 times

Dimensions, PlumX, and Google Scholar Metrics

10.30604/jika.v6i1.381



Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.