Risk Factors and Eneuresis Determinants in Pre-School Children



Sri Lestariningsih(1Mail), Yusro Hadi Maksum(2), Septi Widiyanti(3),
(1) Program Studi Kebidanan Metro Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Indonesia
(2) Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Indonesia
(3) Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Indonesia

Mail Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.30604/jika.v6i1.468

Full Text:    Language : En
Submitted : 2021-03-18
Published : 2021-03-22

Abstract


Children more than 4 years old should have a controllable bladder external sphincter so that the child no longer wet the bed. The causes of enuresis include slow inherited or deficient renal system, emotional disorders, namely the feeling of fear when the child has to go out of the room at night, diet or habitual patterns of giving water before bed, and others. The social and psychological impact of enuresis disrupts a child's life. The psychological and social adverse effects that persist due to bedwetting affect the quality of life of children as adults. The research objective to determine the factors that influence and determine the incidence of enuresis in preschool children in Metro City. Research method using quantitative research with cross-sectional design. The analysis used univariate, bivariate and multivariate, using logistic regression tests. RESEARCH RESULTS: The distribution of the frequency of enuresis was 22 (22.2%) of respondents, the most children aged more than 5 years were 61 (61.6%), the most sex was female, namely 52 (52.5%) ), there was a history of enuresis in the parents, namely 85 (85.9%), there was a history of siblings with enuresis, namely 79 (79.8%), lack of toilet training, namely 52 (52.5%), children who were not their constipation that is equal to 87 (87.9%), children who do not have sleep disorders amounted to 67 (67.7%). There is a relationship between age and the incidence of enuresis with a p-value of 0.003. There is a relationship between parental history and the incidence of enuresis with a p-value of 0.000. There are two variables that are statistically significant and interact with each other, namely age and history of enuresis in the parents. Community service activities are needed to socialize toilet training guides for parents and provide health education on enuresis management with acupressure and moxibustion therapy.

 

Abstrak: Anak berusia lebih dari 4 tahun seharusnya sudah memiliki kondisi sfingter eksterna vesika urinaria yang mampu dikontrol, sehingga anak tidak lagi mengompol. Penyebab enuresis diantaranya faktor bawaan lambat atau sistem ginjal defisiensi, gangguan emosi yaitu perasaan takut ketika anak harus pergi keluar kamar pada malam hari, diet atau pola kebiasaan memberi air sebelum tidur, dan lainnya. Dampak secara sosial dan kejiwaan yang ditimbulkan akibat enuresis mengganggu kehidupan seorang anak. Pengaruh buruk secara psikologis dan sosial yang menetap akibat ngompol, mempengaruhi kualitas hidup anak saat dewasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dan determinan terhadap kejadian enuresis pada anak prasekolah di Kota Metro. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Analisis menggunakan univariat, bivariat dan multivariat, menggunakan uji logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan Distribusi frekuensi enuresis yaitu sebanyak 22 (22,2%) responden, usia anak yang terbanyak yaitu anak usia lebih dari atau sama dengan 5 tahun yaitu sebanyak 61 (61,6%), jenis kelamin yang terbanyak perempuan yaitu sebesar 52 (52,5%), ada riwayat enuresis pada orang tua yaitu 85 (85,9%), ada riwayat saudara kandung dengan enuresis yaitu sebesar 79 (79,8%), toilet training kurang yaitu sebanyak 52 (52,5%), anak yang tidak ada konstipasi yaitu sebesar 87 (87,9%), anak yang tidak ada gangguan tidur yaitu sebesar 67 (67,7%). Ada hubungan antara usia dengan kejadian enuresis dengan p value 0,003. Ada hubungan riwayat orangtua dengan kejadian enuresis dengan p value 0,000. Terdapat dua variabel yang secara statistik signifikan berhubungan dan saling berinteraksi, yaitu usia dan riwayat enuresis pada orangtua. Diperlukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk mensosialisasikan bimbingan toilet training bagi orangtua dan memberikan pendidikan kesehatan tentang penatalaksanaan enuresis dengan terapi akupresur dan moksibasi.


Keywords


Determinan; Enuresis; anak prasekolah; Faktor resiko; risk-factors

References


Ang S., 2017. Akupunktur Enuresis/Yiniao, Jatim Indonesia PKNI (IKNI) DPD JATIM, Kelas Akupunktur Angkatan ke-XIV

Behrman, R. E., dan Vaughan, V. C. (1992). Ilmu Kesehatan Anak (12 ed., Vol. III). (R. F. Mulany, Penerj.) Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Caldwell, P. H., Deshpande, A. V., and Gontard, A. V., 2013. Management of Nocturnal Enuresis. Clinical Review of BMJ, 28-32.

Elvira N, dkk, 2015. Efektifitas Terapi Akupresur terhadap Frekuensi Enuresis pada Anak Usia Prasekolah di Kota Pontianak, Jurnal Untan, Pg.3,42.

Fatmawati, L., dan Maryam. (2013). Hubungan Stress dengan Enuresis pada Anak Usia Prasekolah di RA Al Iman Desa Banaran Gunung Pati Semarang. Jurnal Keperawatan anak, 24-29.

Hambleten, G. (1995). Manual Ilmu Kesehatan Anak di Rumah Sakit (1 ed.). (Damayanti, Hartono, Indra, dan Oentarini, Penerj.) Jakarta: Binarupa Aksara.

Hidayat, A. A. (2008). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta: Salemba Medika.

IDAI, 2009. Pedoman Pelayanan Medis. Ikatan Dokter Indonesia

Isfaizah, Astuti, F. P., dan Widayati. (2018). Hubungan Jenis Kelamin dan usia dengan Kejadian Enuresis pada Anak Usia Prasekolah. Indonesian Journal of Midwivery, 73-77.

Kyle T; Susan C, 2016, Buku Ajar Keperawatan Pediatri, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta,Indonesia.

Manyike, P. C., Chinawa, J. M., Ubesie, A., Obu, H. A., Odetunde, O. I., & Chinawa, A. T. (2014). Prevalence of Malnutrition Among Preschool Children in, South-East Nigeria. Italian journal of pediatrics, 40(1), 75.

Potter, P. A., Perry, A. G., Kerr, J. C., & Wood, M. J., 2009. Canadian Fundamentals of Nursing. Mosby/Elsevier Canada.

Pudjiastuti, P., Rodjani, A., Wahyuni, L. K., Laksmi, E., Wahyudi, I., dan Ambarsari, C. G. (2013). Panduan Tatalaksana Inkontinensia pada Anak. Indonesia: Perkumpulan Kontinensia Indonesia.

Rushton, H. G., Majd, M., Jantausch, B., Wiedermann, B. L., & Belman, A. B., 1992. Renal Scarring Following Reflux and Nonreflux Pyelonephritis in Children: Evaluation with 99Mtechnetium-Dimercaptosuccinic Acid Scintigraphy. The Journal of urology, 147(5), 1327-1332.

Sarici, H., Telli, O., Ozgur, B. C., Demirbas, A., Ozgur, S., & Karagoz, M. A. (2016). Prevalence of Nocturnal Enuresis and Its Influence on Quality of Life in School-Aged Children. Journal of Pediatric Urology, 12(3), 159.e1-159.e6. https://doi.org/10.1016/j.jpurol.2015.11.011

Setiowati, W., 2018. Efektivitas Terapi Akupresure terhadap Frekuensi Enuresis pada Anak Usia 3-4 Tahun. Jurnal Kesehatan STIKES Darul Azhar Batulicin, 5(1).

Soetjiningsih, dan Ranuh. (2017). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Suryani, E., dan Bad'iah, A. (2015). Asuhan Keperawatan Anak Berkebutuhan Khusus (1 ed.). Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Tejada, J. J., & Punzalan, J. R. B. (2012). On the Misuse of Slovin’s Formula. The Philippine Statistician, 61(1), 129-136.

Thiedke, C. C., 2003. Nocturnal Enuresis. American Family Physician, 67(7), 1499-1506.

Windiani, I. G. A. T., & Soetjiningsih, S. (2016). Prevalensi dan Faktor Risiko Enuresis pada Anak Taman Kanak-Kanak di Kotamadya Denpasar. Sari Pediatri, 10(3), 151-7.

Windiani, I. G., dan Soetjiningsih. (2008). Prevalensi dan Faktor Risiko Enuresis pada Anak Taman Kanak-kanak di Kotamadya Denpasar. Sari Pediatri, 121-157.

Yusuf, A. S. (2012). Hubungan Toilet Training dengan Kontrol Enuresis. Makassar: Skripsi Ilmu Keperawatan UIN Alauddin


Article Metrics

 Abstract Views : 22 times
 Fulltext (Bahasa Indonesia) Downloaded : 10 times

Dimensions, PlumX, and Google Scholar Metrics

10.30604/jika.v6i1.468



Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.