Bullying As a Joke: A Mixed Method Study Among Senior High School Students in Kupang City



Arman Rifat Lette(1Mail), Aysanti Yuliana Paulus(2),
(1) Citra Bangsa University, Indonesia
(2) Citra Bangsa University, Indonesia

Mail Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.30604/jika.v6i1.437

Full Text:    Language : En
Submitted : 2021-01-29
Published : 2021-03-22

Abstract


Bullying cases still often occur in the world of education, from elementary school to university level. Compared to other levels of education, bullying is more common among high school students. This type of research is mixed-method research. This type of quantitative research uses a descriptive-analytical method with a cross-sectional design while the qualitative approach is with an exploratory design and a phenomenological approach. The research was conducted in six selected senior high schools (SMA) in July-September 2020. The total sample was 310 respondents. Meanwhile, for qualitative research, the number of informants was 12 informants. Quantitative analysis was carried out in 2 stages, namely: descriptive analysis and inferential analysis to prove the correlation between variables, using the Chi-Square test. Meanwhile, qualitative data analysis was carried out using phenomenological analysis. The results showed that there was a correlation between knowledge and bullying behavior (0.029 less than 0.05), attitudes with bullying behavior (0.028 less than 0.05) and the social environment with bullying behavior (0.001 less than 0.05). In addition, students also assess or think that bullying is common among them, and it is considered a joke and can familiarize one another. Lack of understanding and awareness of bullying and its effects causes bullying behavior to occur frequently. It is necessary to establish clear rules and sanctions in schools to prevent bullying among students.

 

 

Abstrak: Kasus Bullying masih sering terjadi di dunia pendidikan, baik itu dari tingkat sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi. Dibandingkan dengan tingkat pendidikan yang lain, kasus bullying lebih banyak terjadi di kalangan siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancang bangun cross sectional study sedangkan pendekatan kualitatif dengan rancangan eksplorasi dan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di 6 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terpilih pada bulan Juli-September 2020. Jumlah sampel sebanyak 310 responden. Sedangkan untuk penelitian kualitatif jumlah informan sebanyak 12 informan. Analisis kuantitatif dilakukan dengan 2 tahap, yaitu : analisis deskriptif dan analisis inferensial untuk membuktikan hubungan antar variabel, menggunakan uji Chi Square. Sedangkan analisis data kualitatif dilakukan dengan menggunakan analisis fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku bullying (0.029 kurang dari 0,05), sikap dengan perilaku bullying (0,028 kurang dari 0,05) dan lingkungan sosial dengan perilaku bullying (0,001 kurang dari 0,05). Selain itu, Siswa juga menilai atau beranggapan bahwa bullying merupakan hal biasa di kalangan mereka, dan dianggap merupakan candaan serta dapat mengakrabkan satu dengan lain. Kurangnya pemahaman dan kesadaran akan bullying dan dampaknya menyebabkan perilaku bullying masih sering terjadi. Pembuatan aturan dan sangsi yang jelas di dalam sekolah perlu dilakukan untuk mencegah perilaku bullying di kalangan siswa.


Keywords


Kesehatan Masyarakat; Remaja; Komunitas; Pengetahuan; Sikap; Lingkungan; social; Bullying; Siswa SMA; Knowledge; Attitudes; Social; environment; Bullying; students

References


A’ini, Annisa D N, and Andriati Reny H. 2020. “Hubungan Harga Diri Dan Pengetahuan Tentang Bullying Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.” Jurnal Ilmiah Keperawatan Altruistik (JIKA) 3(2): 28–37.

Arif, Yulastri, and Dwi Novrianda. 2019. “Perilaku Bullying Fisik Dan Lokasi Kejadian Pada Siswa Sekolah Dasar.” Jurnal Kesehatan Medika Saintika 10(1): 135.

Bulu, Yunita, Neni Maemunah, and Sulasmini. 2019. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Bullying Pada Remaja Awal.” Nursing News 4(1): 54–66. https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fikes/article/download/1473/1047.

Gustina, Erni et al. 2020. “Violance Determinant on Teenagers in Yogyakarta.” Jurnal Kesehatan Masyarakat (KEMAS) 16(1): 8–16. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas.

Irel, Isabela Rosari. 2017. “Hubungan Sense of Self Dengan Kecenderungan Perilaku Bullying Pada Siswa SMA Di Jakarta.” Psikodimensia 16(1): 91.

Lestari, W.S. 2016. “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Bullying Di Kalangan Peserta Didik.” Social Science Education Journal 3(2): 147–57.

Livana, Yulia Susanti, and Mirna Ayu Silviani. 2018. “Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Pada Remaja Melalui Pendidikan Kesehatan Tentang Dampak Bullying.” Ners Widya Husada - p-ISSN 2356-3060 5(3): 113–22.

Martínez, Isabel, Sergio Murgui, Oscar F. Garcia, and Fernando Garcia. 2019. “Parenting in the Digital Era: Protective and Risk Parenting Styles for Traditional Bullying and Cyberbullying Victimization.” Computers in Human Behavior.

Maunder, Rachel E., and Sarah Crafter. 2018. “School Bullying from a Sociocultural Perspective.” Aggression and Violent Behavior 38(October 2017): 13–20. https://doi.org/10.1016/j.avb.2017.10.010.

Menesini, Ersilia, and Christina Salmivalli. 2017. “Bullying in Schools: The State of Knowledge and Effective Interventions.” Psychology, Health and Medicine 22: 240–53. http://dx.doi.org/10.1080/13548506.2017.1279740.

Muhopilah, Pipih, and Fatwa Tentama. 2019. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Bullying.” Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan 1(2): 99.

Notoatmodjo. 2010. Promosi Kesehatan (Teori Dan Aplikasi). Jakarta: Rineka Cipta.

Novalia, Ricca. 2016. “Dampak Bullying Terhadap Kondisi Psikososial Anak Di Perkampungan Sosial Pingit.” Universita Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Octavia, Dian, Mefrie Puspita, and Loriza Sativa Yan. 2020. “Fenomena Perilaku Bullying Pada Anak Di Tingkat Sekolah Dasar.” Riset Informasi Kesehatan 9(1): 43–50.

Ola, Fransiska Keron. 2020. “Pengetahuan Dan Sikap Siswa Usaha Kesehatan Sekolah Tentang Bullying Di SMP X Di Kota Samarinda.” Jurnal Keperawatan Dirgahayu 2(1): 13–18.

Rita, N, and M Rikanda. 2020. “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Bullying (Buli) Pada Siswa Di SMK Pariwisata Aisyiyah Sumatera Barat Tahun 2020.” Menara Ilmu XIV(01): 107–16.

Sari, Yuli Permata, and Welhendri Azwar. 2018. “Fenomena Bullying Siswa: Studi Tentang Motif Perilaku Bullying Siswa Di SMP Negeri 01 Painan, Sumatera Barat.” Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 10(2): 333–67.

Sejiwa. 2008. Bullying : Mengatasi Kekerasan Di Sekolah Dan Lingkungan. Jakarta: Grasindo.

Soedjatmiko, Soedjatmiko, Waldi Nurhamzah, Anastasia Maureen, and Tjhin Wiguna. 2014. “Gambaran Bullying Dan Hubungannya Dengan Masalah Emosi Dan Perilaku Pada Anak Sekolah Dasar.” Sari Pediatri 15(3): 174–80.

Trevi, and Respati. 2014. “Sikap Siswa Kelas X SMK Y Tangerang Terhadap Bullying.” Jurnal Psikologi 10(1): 14–26.

Utariningtyas, U.D. 2019. “Fenomena Perilaku Bullying Di Kalangan Siswa SMP Negeri 15 Malang.” SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM.


Article Metrics

 Abstract Views : 35 times
 Fulltext (Bahasa Indonesia) Downloaded : 12 times

Dimensions, PlumX, and Google Scholar Metrics

10.30604/jika.v6i1.437



Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.