The Effectiveness of a School-Based Education Program on Oral Health in Bandung Resident: A Pilot Study

Cecep Eli Kosasih(1*), Tetti Solehati(2), Mardiyono Mardiyono(3), Mamat Lukman(4)
(1) Fakultas Keperawatan UNPAD
(2) Faculty of Nursing, Padjajaran University, Indonesia
(3) Master Program, Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia
(4) Faculty of Nursing, Padjajaran University, Indonesia
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v6i2.476

Abstract

The lack of an organized school dental health policy in Indonesia requires an affordable, easily accessible, and sustainable strategy. Provision of dental and oral health knowledge delivers by a little doctor at the school level can help the implementation of the program that school-age is the time of peer groups. The school-age is in which children begin to learn basic oral hygiene practices and are most vulnerable to dental caries. This study was conducted to assess the effect of little doctor training on the knowledge, attitudes and skills of little doctors, as well as on the skills and patterns of brushing teeth in Bandung Regency, Indonesia. This research used a quasi-experimental design with pretest and posttest. A total of 12 little doctors and 291 school children in grades 4-6 elementary school from four government schools were included in this study. The instrument consisted of a knowledge and attitude questionnaire, an observation sheet, and a checklist sheet. Evaluation of tooth brushing patterns at school was done every month for 3 months. Data analysis using paired t-test. Data before and after training were compared and it was found that there was a significant improvement in the knowledge, attitudes, practices of the little doctors and students (p = 0.005). Skills and practice patterns of brushing teeth of school children increased significantly after the program (p = 0.005). The results of this study indicate that school-based oral health education methods that involve little doctors are effective for improving oral hygiene in elementary school children.



Abstrak: Kurangnya kebijakan kesehatan gigi sekolah yang terorganisir di Indonesia membutuhkan strategi yang terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan. Pembekalan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut yang disampaikan oleh dokter kecil di tingkat sekolah dapat membantu pelaksanaan program bahwa usia sekolah adalah masa peer group. Usia sekolah adalah masa dimana anak-anak mulai mempelajari praktik dasar kebersihan mulut dan paling rentan terhadap karies gigi. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengaruh pelatihan dokter cilik terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan dokter cilik, serta terhadap keterampilan dan pola menggosok gigi di Kabupaten Bandung, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pretest dan posttest. Sebanyak 12 dokter kecil dan 291 anak sekolah kelas 4-6 sekolah dasar dari empat sekolah negeri diikutsertakan dalam penelitian ini. Instrumen terdiri dari angket pengetahuan dan sikap, lembar observasi, dan lembar checklist. Evaluasi pola menggosok gigi di sekolah dilakukan setiap bulan selama 3 bulan. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan. Data sebelum dan sesudah pelatihan dibandingkan dan ditemukan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan, sikap, praktik dokter kecil dan siswa (p= 0,005). Keterampilan dan pola praktik menggosok gigi anak sekolah meningkat secara signifikan setelah program (p= 0,005). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pendidikan kesehatan gigi dan mulut berbasis sekolah yang melibatkan dokter kecil efektif untuk meningkatkan kebersihan gigi dan mulut pada anak sekolah dasar.

Keywords


education program; school-based education; program, oral health; Kesehatan mulut

References


BKKBN. (2016). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah 2015 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Jakarta: BKKBN.

Cleland, J., Bernstein, S., Ezeh, A., Faundes, A., Glasier, A., & Innis, J. (2006). Family planning: the un?nished agenda. Lancet, Vol.368, Hal. 1810–27.

Dinas Kesehatan Kota Padang. (2017). Profil Kesehatan Kota Padang Tahun 2016. Padang: Dinkes Kota Padang.

Dinas Kesehatan Kota Padang. (2018). Profil Kesehatan Kota Padang Tahun 2017. Padang: Dinas Kesehatan Kota Padang.

Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA. (2013 ). Rencana Aksi Nasional Pelayanan Keluarga Berencana 2014-2015. Jakarta: Kemenkes RI.

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2008). Health Behavior and Health Education Theory, Research, and Practice Fourth Edition. United States of America: Jossey-Bass.

Gottlieb, B., & Bergen, A. (2010). Social Support Concept and Measures. Journal of Psychosomatic Research, Vol. 69. Hal. 511-520.

Juliastuti, D., Afiyanti, Y., & Setyowati. (2008). Pengambilan Keputusan Pemakaian Kontrasepsi Ibu Grande Multopara Di Kabupaten Tangerang : Study Grounded Theory. Jurnal Keperawatan Indonesia , Vol. 12, No. 2, Hal. 100-107.

Kemenkes RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta: Kemenkes RI.

Mahmudah, L., & Indrawati , F. (2015). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan PemilihanMetode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Akseptor KB Wanitadi Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Unnes Journal of Public Health , Vol. 2, Hal. 76-85.

Muniroh, I., Luthviatin, N., & Istiaji , E. (2014). Dukungan Sosial Suami Terhadap Istri untuk Menggunakan Alat Kontrasepsi Medis Operasi Wanita (MOW) (Studi Kualitatif pada Pasangan Usia Subur Unmet Need di Kecamatan Puger Kabupaten Jember) . e-Jurnal Pustaka Kesehatan , Vol.2, No.1, hal. 66-71.

Murphy, M., Stoffel, C., Nolan, M., & Haider, S. (2016). Interdependent Barriers to Providing Adolescents with Long-Acting Reversible Contraception: Qualitative Insights from Providers. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology, Volume. 29, Pages 436-442.

Octaviyani, P. R. (2017). KB Jangka Panjang Minim. Diakses pada tanggal 15 Mei 2018: http://www.mediaindonesia.com/read/detail/136893-kb-jangka-panjang-minim.

Riyanti. (2014). Pengetahuan, Psikososial, Dan Motivasi Ibu Peserta KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Kota Palangka Raya . Jurnal Forum Kesehatan , Vol. IV, No. 7.

Setiasih, S., Widjanarko, B., & Istiar, T. (2016). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Wanita Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten

Kendal Tahun 2013 . Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia , Vol. 11, No. 2, Hal. 32-46.

Shodiq, M. (2016). Faktor yang Mempengaruhi Kesertaan KB Melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jakarta: Prosiding Pertemuan Ilmiah Ikatan Widyaiswara Indonesia, Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat.

Strine, T. W., Chapman, D. P., Balluz, L., & Mokdad, A. H. (2007). Health-related Quality of Life and Health Behaviors by Social and Emotional Support Their

Relevance to Psychiatry and Medicine. Soc Psychiatry Psychiatr Epidemiol , DOI 10.1007/s00127-007-0277-x.

Sulastri, S., & Nirmasari, C. (2014). Hubungan Dukungan Suami dengan Minat Ibu dalam Pemakaian Kontrasepsi IUD di Bergas. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/1418 , Hal. 44-49.

Suratman, Munir, & Salamah, U. (2013). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Malang: Intimedia.

Taylor, J. A. (2012). Social Support As A Mediator of Demographic Disparities in Contraceptive Use Among U.S Women. Disertasi. The University of Alabama: Alabama.

Tebeje B, & Workneh D. (2017). Prevalence, Perceptions and Factors Contributing to Long-Acting Reversible Contraception Use among Family Planning Clients, Jimma Town, Oromiya Region, South-West Ethiopia. Journal of Women's Health Care, Volume 6. Hal. 1-10.

Thoits, P. (2011). Mechanisms Linking Social Ties and Support ti Physical and Mental Health. Journal of Health and Social Behavior, 52 (2), Hal. 145 –161.

WHO. (2016). World Health Statistics 2016: Monitoring Health for the SDGs. France: WHO.


Article Statistic

Abstract view : 22 times
Fulltext (Bahasa Indonesia) views : 7 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.