Analysis of Environmental Health Risks of Cement Dust in Cement Grinding and Packing

Widia Eka Susanti(1*), Achmad Fickry Faisya(2), Novrikasari Novrikasari(3)
(1) Univiersitas Sriwijaya
(2) Universitas Sriwijaya
(3) Universitas Sriwijaya
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v6i2.471

Abstract

The cement industry has the potential to cause dust as contamination or pollution in the air. Dust generated from the cement production process can be a health threat to cement industry workers. This study aims to assess the magnitude of the environmental health risk of cement dust exposure in the Cement Grinding and Packing section of PT X. This research is a quantitative descriptive study with the approach used is the Environmental Health Risk Analysis (ARKL). The number of sampling points in this study was 20 sampling points with a sample of 62 workers with a sample selection technique using a purposive sampling method with the criteria that workers have worked for at least 1 year. The results showed that the highest dust concentration was 0.84 mg/m3 and the lowest was 0.04 mg/m3. The dust concentration is still below the Threshold Limit Values (TLVs) which is 1 mg/m3. The results of the Environmental Health Risk Analysis (ARKL) indicate that more than a portion of the dust RQ value showed below 1 (RQ less than 1) and there are still RQ values showed above 1 (RQ more than 1) in some workers. The risk of a lifetime with a calculation of a work period of 30 years results in the majority of dust RQ value showed above 1 (RQ more than 1).


Abstrak: Industri semen memiliki potensi menimbulkan debu sebagai kontaminasi atau pencemaran di udara. Debu yang dihasilkan dari proses produksi semen dapat menjadi ancaman kesehatan bagi pekerja industri semen. Penelitian ini bertujuan untuk menilai besaran risiko kesehatan lingkungan paparan debu semen di bagian Cement Grinding and Packing PT X.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Jumlah titik sampling pada penelitian ini sebanyak 20 titik sampling dengan sampel pekerja sebanyak 62 pekerja dengan teknik pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria pekerja telah bekerja minimal 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi debu tertinggi yaitu 0,84 mg/m3 dan terendah yaitu 0,04 mg/m3. Konsentrasi debu tersebut masih dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) yaitu 1 mg/m3. Hasil Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) menunjukkan bahwa lebih dari sebagian nilai RQ debu masih berada di bawah 1 (RQ kurang dari 1) dan masih terdapat nilai RQ lebih dari 1 (RQ lebih dari 1) pada beberapa pekerja. Besar risiko lifetime dengan perhitungan masa kerja 30 tahun didapatkan hasil sebagian besar RQ debu berada di atas 1 (RQ lebih dari 1).

Keywords


Debu; Semen; Penggilingan; Pengantongan; Risiko Kesehatan Lingkungan; Dust; Cement; Grinding; Packing

References


ACGIH. (2019). Threshold limit values for chemical substances and physical agents and biological exposure indices. American Conference of Governmental Industrial Hygienists. Cincinnati, United States: Kemper Meadow Drive https://oh.muq.ac.ir/uploads/tlv__2019.pdf

Anes, N. I. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja di PT. Tonasa Line Kota Bitung. JIKMU, 5(6). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jikmu/article/view/8490

Annesi-Maesano, I., Hulin, M., Lavaud, F., Raherison, C., Kopferschmitt, C., de Blay, F., . . . Denis, C. (2012). Poor air quality in classrooms related to asthma and rhinitis in primary schoolchildren of the French 6 Cities Study. Thorax, 67(8), 682-688. https://thorax.bmj.com/content/67/8/682.short

Azizah, I. T. N. (2019). Analysis The Level Of PM2, 5 And Lung Function Of Organic Fertilizer Industry Workers In Nganjuk. JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN, 11(2), 141-149. https://e-journal.unair.ac.id/JKL/article/view/4777/7145

Azni, I. N., Wispriyono, B., & Sari, M. (2016). Analisis Risiko Kesehatan Pajanan PM-10 pada pekerja Industri Readymix PT X Plant Kebon Nanas Jakarta Timur. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 11(4), 203-209. http://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/522

Harrington, J. M. (2005). Kesehatan Kerja. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Hoppin, J. A., Jaramillo, R., Salo, P., Sandler, D. P., London, S. J., & Zeldin, D. C. (2011). Questionnaire predictors of atopy in a US population sample: findings from the National Health and Nutrition Examination Survey, 2005–2006. American journal of epidemiology, 173(5), 544-552. https://academic.oup.com/aje/article/173/5/544/89087

Kementerian Kesehatan RI. (2012). Pedoman Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Jakarta: Dirjen PP & PL.

Kurnia, L. A. (2013). Analisis Risiko Paparan Debu PM 2,5 terhadap Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) pada Pekerja Bagian Boiler Perusahaan Lem di Probolinggo. Doctoral Dissertation, Universitas Airlangga. http://repository.unair.ac.id/22549/

Kurniawidjaja, L. M., Keselamatan, D., & UIDepok, K. (2010). Program perlindungan kesehatan respirasi di tempat kerja manajemen risiko penyakit paru akibat kerja. Jurnal Respirologi Indonesia, 30(4), 217-229. http://arsip.jurnalrespirologi.org/wp-content/uploads/2012/06/jri-2010-30-4-217.pdf

Meo, S. A. (2004). Health hazards of cement dust. Saudi Med J, 25(9), 1153-1159. https://pdfs.semanticscholar.org/4925/f07982f0702fff0cf068514e3a4e3401a18f.pdf

Mukono, H. J. (2000). Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya: Universitas Airlangga.

Mwaiselage, J., Bråtveit, M., Moen, B. E., & Mashalla, Y. (2005). Respiratory symptoms and chronic obstructive pulmonary disease among cement factory workers. Scandinavian journal of work, environment & health, 316-323. https://www.jstor.org/stable/40967508?seq=1

Nasution, D. T. S. (2016). Analisis Risiko Paparan Hidrogen Sulfida Pada Masyarakat Sekitar Kawasan Industri Medan Di Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2016. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/734

Nego, M. (2011). Dampak Pencemaran Udara Terhadap Manusia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Nordby, K.-C., Fell, A. K. M., Notø, H., Eduard, W., Skogstad, M., Thomassen, Y., . . . Kjuus, H. (2011). Exposure to thoracic dust, airway symptoms and lung function in cement production workers. European Respiratory Journal, 38(6), 1278-1286. https://erj.ersjournals.com/content/38/6/1278.short

Novirsa, R., & Achmadi, U. F. (2012). Analisis Risiko Pajanan PM2, 5 di Udara Ambien Siang Hari terhadap Masyarakat di Kawasan Industri Semen. Kesmas: National Public Health Journal, 7(4), 173-179. http://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/52

Nukman A, Rahman A, Warouw S, Setiadi MI, & CR., A. (2005). Analisis dan Manajemen Risiko Kesehatan Pencemaran Udara: Studi Kasus Di Sembilan Kota Besar Padat Transportasi. Jurnal Ekologi Kesehatan, 4(2), 270-289. http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/jek/article/view/1634

Rafeemanesh, E., Alizadeh, A., Saleh, L. A., & Zakeri, H. (2015). A study on respiratory problems and pulmonary function indexes among cement industry workers in Mashhad, Iran. Medycyna pracy, 66(4), 471-477. http://eprints.mums.ac.ir/16521/

Rahmadani, & Tualeka, A. R. (2016). Karakteristik Risiko Kesehatan Akibat Paparan Polutan Udara Pada Pekerja Sol Sepatu (Di Sekitar Jalan Raya Bubutan Kota Surabaya). JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN, 8(0), 164-171. https://e-journal.unair.ac.id/JKL/article/download/8010/4744

Rahman, A., Nukman, A., Setyadi, S., Akib, C. R., Sofwan, S., & Jarot, J. (2008). Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pertambangan Kapur Di Sukabumi, Cirebon, Tegal, Jepara Dan Tulung Agung.Jurnal Ekologi Kesehatan. Jurnal Ekologi Kesehatan, 7(1), 665-677. http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/jek/article/view/1643

Rosalia, O., Wispriyono, B., & Kusnoputranto, H. (2018). Karakteristik Risiko Kesehatan Non Karsinogen pada Remaja Siswa Akibat Pajanan Inhalasi Debu Particulate Matter: Hasanuddin University. https://core.ac.uk/reader/230423174

Simanjuntak, M. L. (2015). Hubungan Antara Kadar Debu, Masa Kerja, Penggunaan Masker Dan Merokok Dengan Kejadian Pneumokoniosis Pada Pekerja Pengumpul Semen Di Unit Pengantongan Semen PT. Tonasa Line Kota Bitung. JIKMU, 5(5). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jikmu/article/view/7860

Siswati, S., & Diyanah, K. C. (2017). Dust (Total Suspended Particulate) Exposure Risk Assessment in Unit Packer PT. X. JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN, 9(1), 100-101. https://e-journal.unair.ac.id/JKL/article/view/9179/5168

Suma’mur, P. (2013). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: CV Sagung Seto.

Suryaman, U. S., & Rahman, A. (2011). Safe Area For Residential Population to Reside Near Limestone Mining: a risk management approach. Indonesian Journal of Health Ecology, 10(4), 79658. http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/jek/article/view/3818

Tualeka, A. R., & Cahya Rose, K. D. (2014). Penilaian risiko paparan asap kendaraan bermotor pada polantas polrestabes Surabaya tahun 2014. Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 3(1), 3813. http://www.journal.unair.ac.id/download-fullpapers-k3118a2e13dcfull.pdf

Verma, S. S., & Desai, B. (2008). Effect of meteorological conditions on air pollution of Surat city. J. Int. Environmental Application & Science, 3(5), 358-367. http://www.jieas.com/fvolumes/vol081-5/3-5-5.pdf

Zeleke, Z. K., Moen, B. E., & Bråtveit, M. (2010). Cement dust exposure and acute lung function: a cross shift study. BMC pulmonary medicine, 10(1), 19. https://doi.org/10.1186/1471-2466-10-19 https://bmcpulmmed.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2466-10-19

Zeleke, Z. K., Moen, B. E., & Bråtveit, M. (2011). Lung function reduction and chronic respiratory symptoms among workers in the cement industry: a follow up study. BMC pulmonary medicine, 11(1), 50. https://doi.org/10.1186/1471-2466-11-50 https://bmcpulmmed.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2466-11-50


Article Statistic

Abstract view : 30 times
Fulltext (Bahasa Indonesia) views : 22 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.