Analysis of The Relationship Factors of Posyandu Cadres Activity with The Trend of Visiting Toddlers At Health Centre

Asriwati Amirah(1), Zuraidah Nasution(2*), Ruth Diana Taruli Asi Tambunan(3)
(1) Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institute Kesehatan helevetia
(2) Politeknik Kesehatan Sumatera Utara
(3) Mahasiswa S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v6i2.687

Abstract

Posyandu is the spearhead of health services that aim to reduce the Infant Mortality Rate, Birth Rate and Maternal Mortality Rate. The success of the posyandu cannot be separated from the hard work of cadres who voluntarily manage the posyandu in their respective areas. The purpose of this study was to analyze the relationship between the activeness of posyandu cadres and the trend of toddler visits at the Teladan Health Center in 2021. This type of research uses quantitative research methods and a cross-sectional approach to analyze the relationship between the activeness of posyandu cadres and the trend of visiting toddlers in examining children's growth and development at the model health center in 2021. The population in this study was cadres in the posyandu at the Teladan health center as many as 110 people, The sampling technique in this study used a total sampling technique. The research sample was 110 posyandu cadres. Bivariate test using Chi Square test assisted by SPSS 22 software, multivariate test using statistical test with Spearman Rank Test assisted by SPSS 22 software, from the results of statistical calculations it will be known whether there is significant between the variables studied with a 95% confidence level used. The results showed that there was a significant relationship between knowledge of good cadres and visits by toddlers to posyandu with visits to posyandu as many as 106 people (96.3%) with a significant value of 0.003 <0.005. 51 people (46.3%) with a significant value of 0.002 <0.005. There is a significant relationship between the attitude of good cadres with toddler visits to posyandu with posyandu visits as many as 45 people (40.9%) with a significant value of 0.002 <0.005, inappropriate cadre incentives do not affect toddler visits to posyandu with posyandu visits as many as 106 people (96 .3%) with a significant value of 0.003 <0.005, the Probability (Sig) Spearman Rank sig.(2-tailed) is 0.01 which is still smaller than the critical limit = 0.05, meaning that there is a significant relationship between the two variables (0, 01<0.05). Suggestions for this research for scientists can help in further research to compare the results of research conducted with the same type of variables, for institutions to be an additional reference in one's task in providing education to posyandu cadres in terms of the activity of a cadre in accordance with their functions in posyandu, for practitioners It is hoped that it can be an input to the puskesmas regarding the activity of cadres so that they are also considered for the implementation of posyandu at the puskesmas.





Posyandu merupakan ujung dari tombak pelayanan kesehatan yang bertujuan dalam melakukan penurunan Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate), Angka Kelahiran Bayi (Birth Rate) dan Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate). Keberhasilan posyandu tak lepas dari kerja keras kader yang dengan sukarela mengelola posyandu di wilayahnya masing-masing. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor keaktifan kader posyandu dengan trend kunjungan balita di Puskesmas Teladan tahun 2021.Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis hubungan faktor keaktifan kader posyandu dengan trend kunjungan balita dalam pemeriksaan tumbuh kembang anak di puskesmas teladan tahun 2021. Populasi pada penelitian ini adalah kader yang ada di posyandu Puskesmas Teladan sebanyak 110 orang, Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling, Sampel penelitian adalah sebanyak 110 Kader posyandu. Uji bivariat menggunakan Uji Chi Square yang dibantu software SPSS 22, uji multivariat menggunakan uji statistik dengan Uji Rank Spearman yang dibantu software SPSS 22, dari hasil perhitungan statistik akan diketahui ada tidaknya signifikan antara variabel yang diteliti dengan tingkat kepercayaan yang digunakan 95%.Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan berarti antara pengetahuan kader baik dengan kunjungan balita ke posyandu dengan kunjungan posyandu sebanyak 106 orang (96,3%) dengan nilai signifikan 0,003<0,005, Ada hubungan berarti antara motivasi kader baik dengan kunjungan balita ke posyandu dengan kunjungan posyandu sebanyak 51 orang (46,3%) dengan nilai signifikan 0,002<0,005. Ada hubungan berarti antara sikap kader baik dengan kunjungan balita ke posyandu dengan kunjungan posyandu sebanyak 45 orang (40,9%) dengan nilai signifikan 0,002<0,005, Insentif kader yang tidak sesuai tidak mempengaruhi kunjungan balita ke posyandu dengan kunjungan posyandu sebanyak 106 orang (96,3%) dengan nilai signifikan 0,003<0,005, Probabilitas (Sig) Rank Spearman sig.(2-tailed) adalah 0,01 masih lebih kecil daripada batas kritis ? = 0,05, berarti terdapat hubungan signifikan antara kedua variabel (0,01<0,05). Saran penelitian ini bagi ilmiah dapat membantu dalam penelitian selanjutnya untuk membandingkan hasil penelitian yang dilakukan dengan jenis variabel yang sama, bagi institusi menjadi referensi tambahan dalam tugas seorang dalam pemberian edukasi kepada kader posyandu dalam hal keaktifan seorang kader sesuai dengan tugas fungsinya di posyandu, bagi praktisi diharapkan dapat menjadi satu masukan kepada puskesmas terkait keaktifan kader agar juga diperhatikan untuk pelaksanaan posyandu di puskesmas.

Keywords


Kader; Motivasi; Sikap; Pengetahuan; Insentif

References


Alamsyah, D., & Rohmady, R. (2016). Faktor risiko kejadian balita dengan berat badan di bawah garis merah (bgm) di desa pancaroba kecamatan ambawang kabupaten kubu raya tahun 2015. Jumantik: Jurnal Mahasiswa Dan Peneliti Kesehatan, 3(1).

Banowati, L. (2018). Hubungan Karakteristik Kader dengan Kehadiran dalam Pengelolaan Posyandu. Jurnal Kesehatan, 9(2), 101–111.

Djafar, M. (2014). Dampak Pengetahuan dan Sikap Terhadap Tindakan Kader Posyandu Tentang Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) Di Pondok Betung Pondok Aren. Jurnal Ilmiah Widya, 2(2), 21–25.

FRIDOLIN, A., Huda, S., & Suryoputro, A. (2021). Determinan perilaku terhadap keaktifan kunjungan lansia ke posyandu lansia: literatur review. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 12(2), 263–269.

Husniyawati, Y. R., & Wulandari, R. D. (2016). Analisis motivasi terhadap kinerja kader Posyandu berdasarkan teori Victor Vroom. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 4(2), 126–135.

Indah Retno Sari, P. (2018). Hubungan Pengetahuan Kader Tentang Tugas Dan Fungsi Posyandu Dengan Keaktifan Kader Di Wilayah Kerja Puskesmas Lombakasih Kabupaten Bombana Tahun 2018. Poltekkes Kemenkes Kendari.

Indonesia, K. R. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2015 Tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia.

KemenKes, R. I. (2012). Profil data kesehatan Indonesia tahun 2011. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

KKR, I. (2018). Hasil utama RISKESDAS 2018. Jakarta Badan Penelit Dan Pengemb Kesehatan, Kementrian Kesehat Republik Indones.

Kotur, B. R., & Anbazhagan, S. (2014). Education and work-experience-influence on the performance. Journal of Business and Management, 16(5), 104–110.

Nelty, N. R. (2012). Tingkat Pengetahuan Kader tentang Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) di Desa Kadilanusukoharjo. Repository Stikes Kusuma Husada Surakarta.

Nilawati, I. (2012). Pengaruh Penyuluhan Pijat Bayi Terhadap Keterampilan Ibu Di Posyandu Sejahtera Rw 30 Mojosongo Surakarta.

Notoadmodjo, S. (2012). Metode Penelitian Kesehatan PT. Rinekacipta.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan.

Nugroho, H. A., & Nurdiana, D. (2008). Hubungan antara pengetahuan dan motivasi kader posyandu dengan keaktifan kader posyandu di desa dukuh tengah kecamatan ketanggungan kabupaten brebes. FIKkeS, 2(1).

Nurayu, A. W. (2013). Hubungan tingkat pengetahuan, pendidikan, usia dan lama menjadi kader posyandu dengan kualitas laporan bulanan data kegiatan posyandu. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Nurfitriani, N. (2010). FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Kader Posyandu di Puskesmas Tanete Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba Tahun 2010. Univeritas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Nurhaeni, N. (2019). Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan minat kunjungan ulang balita di posyandu wilayah kerja puskesmas wonorejo kota samarinda tahun 2019.

Prang, R., Pangemanan, J. M., & Tilaar, C. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Tareran Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Universitas Sam Ratulangi. Manado. Universitas Sam Ratulangi. Manado. Available at: Http://Fkm. Unsrat. Ac. Id.

Rizqa Amalia Sandiyani, R. A. S. (2011). Lama Menjadi Kader, Frekuensi Pelatihan, Pengetahuan Gizi, dan Sikap Kader Posyandu dengan Perilaku Penyampaian Informasi Tentang Pesan Gizi Seimbang. Diponegoro University.

Shaffril, H. A. M., & Uli, J. (2010). The Influence Of Socio-Demographic Factors On Work Performance Among Employees Of Government Agriculture Agencies In Malaysia. Journal of International Social Research, 3(10).

Suhat, S., & Hasanah, R. (2014). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam kegiatan posyandu (Studi di Puskesmas Palasari Kabupaten Subang). KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 73–79.

Sulistiyowati, S., Amalia, A., & Irawan, D. D. (2021). Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Melalui Promosi Asi Eksklusif Dimasa Pandemi Covid-19. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 5(4), 2125–2134.

Suryati, B. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Kader Posyandu Dalam Penanggulangan Diare Balita. Poltekes, Jakarta.

Syafei, A. (2010). Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Kader Dalam Kegiatan Gizi Posyandu Di Kelurahan Rengas Kecamatan Ciputat TimurKota Tangerang Selatan. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Veftisia, V., Afriyani, L. D., & Salafas, E. (2020). Pengabdian Masyarakat SMPN 4 Ungaran Pelatihan Kader Kesehatan Remaja Tentang Status Gizi Remaja Dan Deteksi Dini Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja. Jurnal Pengabdian Dharma Bakti, 3(1), 49–58.

WIRANTI, S., & Misnaniarti, M. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Seri Tanjung Kabupaten Ogan Ilir. Sriwijaya University.

Wisnuwardani, R. W. (2012). Insentif uang tunai dan peningkatan kinerja kader posyandu. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), 7(1), 44–48.

Yuliati, N., Lilis, D., & Rochim, M. (2015). Transformasi peran kader perempuan pks: interaksi perempuan dalam ranah domestik. Prosiding SNaPP: Sosial, Ekonomi Dan Humaniora, 5(1), 479–486.


Article Statistic

Abstract view : 103 times
Fulltext (Bahasa Indonesia) views : 42 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Asriwati Amirah, Zuraidah Nasution, Ruth Diana Taruli Asi Tambunan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.