Analysis of Patient Safety Culture in Dental and Oral Health Services at RSGM Unimus

Dwi Windu Kinanti Arti(1), Eka Yunila Fatmasari(2*), Retno Kusniati(3), Juni Arum Sari(4)
(1) Dental and Oral Health Department, Faculty of Dentistry, Universitas Muhammadiyah Semarang
(2) Universitas Diponegoro
(3) Dental and Oral Health Department, Faculty of Dentistry, Universitas Muhammadiyah Semarang
(4) Occupational Safety and Health Department, Dental and Oral Hospital Universitas Muhammadiyah Semarang
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v7i2.883

Abstract

The Dental and Oral Hospital (RSGM) as a part of health care facilities, especially teeth and mouth, do not rule out unexpected events / near-injury events that have an impact on patient safety. The safety incidents at RSGM are only reported when an incident occurs. Solving this problem requires changing the culture of health care from one in which errors are viewed as the result of individual failure to one in which errors are viewed as opportunities to improve from one in which errors are viewed as the system. This study aims to determine the culture of patient safety in dental and oral health services at RSGM Unimus. This type of research is descriptive research with mixed methods research approaches, namely quantitative and qualitative. The study involved a sample of 65 respondents, where the study was conducted from March to April 2020. Quantitative data collection techniques used AHRQ (Agency for Healthcare Research and Quality instrument questionnaire) and qualitative through interviews. The results of the study show that in all dimensions of the AHRQ questionnaire, the highest positive response results are in the very good/strong category, which means that the level of patient safety at RSGM Unimus is already supportive. This study shows that the dissemination of patient safety has not been routinely carried out, errors in communication often occur, reporting only when unexpected incidents occur, and it is necessary to increase feedback between medical personnel and evaluation of intentional or accidental errors that is related to patient safety still needs to be improved.

 

Abstrak: Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) sebagai bagian dari sarana pelayanan kesehatan khususnya gigi dan mulut tidak menutup kemungkinan terjadinya kejadian yang tidak diharapkan/near injury event yang berdampak pada keselamatan pasien. Pelaporan terkait insiden keselamatan hanya di RSGM hanya dilakukan saat terjadi insiden. Masalah ini dapat dipecahkan dengan perubahan budaya keselamatan pasien dimana kesalahan seorang individu dipandang sebagai sebagai peluang untuk memperbaiki sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut di RSGM Unimus. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian metode campuran, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 65 responden, dimana penelitian dilakukan pada bulan Maret – April 2020. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan instrumen AHRQ (Agency for Healthcare Research and Quality instrument kuesioner) dan kualitatif melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua dimensi kuesioner AHRQ, hasil respon positif tertinggi berada pada kategori sangat baik/kuat yang artinya tingkat keselamatan pasien di RSGM Unimus sudah mendukung. Beberapa indikator yang masih perlu ditingkatkan adalah sosialisasi keselamatan pasien yang belum rutin dilakukan, kesalahan komunikasi yang sering terjadi, pelaporan hanya bila terjadi insiden yang tidak diharapkan, perlu peningkatan umpan balik antar tenaga medis dan evaluasi kesengajaan atau kesalahan kecelakaan yang berkaitan dengan keselamatan pasien masih perlu ditingkatkan.

Keywords


Patient safety; AHRQ; Hospitals; Keselamatan pasien; Rumah sakit

References


Apriliani, L. (2015). Korelasi Budaya Keselamatan Pasien dengan Persepsi Pelaporan Kesalahan Medis oleh Tenaga Kesehatan Sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit X dan Ruamh Sakit Y. Jurnal Repositori UIN Jakarta, 1.

Athifah, N., Pasinringi, S., & Kapalawi, I. (2014). Gambaran budaya keselamatan pasien di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Repositori Unhas, 1-16.

Diena, S. (2014). gambaran budaya keselamatan pasien pada perawat unit rawat inap kelas III rumah sakit umum daerah pasar rebo bulan juni 2014. Kesehatan masyarakat UIN, 1.

Fatimah , F. (2014). Efektivitas pelatihan patient safety: Komunikasi SBAR pada perawat dalam menurunkan kesalahan pemberian obat injeksi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit II. Jurnal Muhammadiyah Yogyakarta, 32-41.

Ghahramanian, A., Rezaei, T., Abdullahzadeh , F., & Sheikhalipour, Z. (2017). Quality of healthcare services and its relationship with patient safety culture and nurse-physician professional communication. Health Promotion Perspectives, 168-174. doi:10.15171/hpp.2017.30

Iskandar, E. (2017). Tata kelola dan kepatuhan penerapan standar patient safety penyakit stroke di rumah sakit Dr. Kanujoso Djtiwibowo. Jurnal ARSI, 169-180.

Lany, A. (2015). Korelasi budaya keselamatan pasien dengan persepsi pelaporan keselamatan medis oleh tenaga kesehatan sebagai upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di Rumah Sakit X dan Rumah Sakit Y. Jurnal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1.

Lestari, S. A., & Qurratul. (2012). Pelaksanaan identifikasi pasien menurut JCI di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit, 1-20.

Mulyati, Lia, & dkk. (2016). Faktor determinan yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien di RS Pemerintah Kabupaten Kuningan. Stikes, 179-190.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. jakarta: Rineka Cipto.

Permenkes, R. (2017). Keselamatan pasien. Jakarta: Kementrian kesehatan RI.

Supartiningsih, S. (2017). Kualitas pelayanan kepuasan pasien rumah sakit: kasus pada pasien rawat jalan. Journal Medicoeticolegal dan Manajemen Ruamh Sakit, 9-15. doi: 10.18196/jmmr.6122

Thini, Maya, & Anang, D. (2019). Budaya keselamatan pasien berdasarkan Indikator Agency for Healthcare Research and Quality di RSUD Dr. Soetomo. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 112-118.

Thisna, D. (2015). Hubungan pelaksanaan identifikasi pasien secara benar dengan kepuasan apsien di instalasi gawat darurat (IGD) RSUP prof Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal Keperawatan, 1-6. doi:10.35790/jkp.v3i2.8084

Katherine J. Jones, PT, Ph.D., Anne Skinner, RHIA; Liyan Xu, MS; Junfeng Sun, PhD; Keith Mueller, Ph.D.. (2008). The AHRQ Hospital Survey on Patient Safety Culture: A Tool to Plan and Evaluate Patient Safety Program.


Article Statistic

Abstract view : 31 times
Fulltext (Bahasa Indonesia) views : 11 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Eka Yunila Fatmasari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.