Factors Predicting Fly Density in Temporary Waste Shelters Bandung City

Agus Riyanto(1*), Mona Megasari(2), Wulan Sriwahyuni(3)
(1) Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi Bandung
(2) Keperawatan, Program Studi Keperawatan, Sekolah Tinggi Kesehatan Budi Luhur Cimahi
(3) Kesehatan Lingkungan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v7i4.1489

Abstract

Waste has become a problem in Bandung City and occupies rating second highest in West Java. Hoarding waste utilized vector flies for developing breeds. Height density fly describes the quality of the site environment the not good enough. The aim of this study is to assess factors that predict the density of flies on the spot in temporary shelter waste in Bandung City. Desain study is cross-sectional, sampling as many as 76 places of temporary shelter waste in Bandung City. Method data collection was used with interviews using questionnaires and observation of flies on the spot shelter waste using the fly grill. Analysis statistics use the chi-square test and examine big risk using the Prevalence Ratio (95% CI). Research results show that predicting factor fly density that is waste sorting (p= 0.002), waste collection (p= 0.0001), and waste transportation (p= 0.0001). Election waste is not good enough 1.5 times the risk of happening density fly high in place temporary shelter waste. Collection of waste is not enough good risk 1.9 times happen density fly high in temporary shelter waste. Freight waste is not enough good risk 2.3 times happen density fly high in place temporary shelter waste. The environment and hygiene Department may train officers on how to temporarily shelter waste about the method of handling trash, as well as give counseling to the Public to use appropriate in throwing away the trash.

 

Abstrak: Sampah menjadi permasalahan di Kota Bandung dan menduduki peringkat kedua tertinggi di Jawa Barat. Penimbunan sampah dimanfaatkan vektor lalat untuk berkembang biak. Tingginya kepadatan lalat mengambarkan kualitas lingkungan di tempat tersebut kurang baik. Tujuan penelitian ini mengkaji faktor-faktor memprediksi kepadatan lalat di tempat penampungan sampah sementara di Kota Bandung. Rancangan penelitian ini potong lintang, sampel sebanyak 76 tempat penampungan sampah sementara Kota Bandung. Metode pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner dan observasi lalat di tempat penampungan sampah menggunakan Fly grill. Analisis statistik menggunakan uji kai-kuadrat dan mengkaji besarnya risiko menggunakan Prevalens Ratio (95% CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memprediksi kepadatan lalat yaitu pemilahan sampah (p= 0.002), pengumpulan sampah (p= 0.0001), dan pengangkutan sampah (p= 0.0001). Pemilihan sampah kurang baik berisiko 1,5 kali terjadi kepadatan lalat tinggi di tempat penampungan sampah sementara. Pengumpulan sampah kurang baik berisiko 1,9 kali terjadi kepadatan lalat tinggi di tempat penampungan sampah sementara. Pengangkutan sampah kurang baik berisiko 2,3 kali terjadi kepadatan lalat tinggi di tempat penampungan sampah sementara. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan supaya memberikan pelatihan kepada petugas tempat penampungan sampah sementara tentang cara penanganan sampah, serta memberikan penyuluhan kepada masyarakat supaya tepat dalam membuang sampah.

Keywords


Public Health; Collection trash; Density flies; Election rabbish; Transport waste; Temporary shelter waste

References


Al-Irsyad, M., & Deniati, E. N. (2021). Faktor yang Berhubungan dengan Indeks Populasi Lalat pada Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah di Pasar Kota Malang dan Kota Batu. Sport Science and Health, 3(6), 429–439. https://doi.org/10.17977/um062v3i62021p429-439

Andiarsa, D. (2018). Lalat: Vektor yang Terabaikan Program? Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 201–214. https://doi.org/10.22435/blb.v14i2.67

Arisanto, P., Tosepu, P., Karimuna, S.R., Zainuddin, A., Yasnani., N. (2019). The Correlation Between Housing Sanitation And Existence Of Vectors In Kendari Sub Districts, Indonesia. Public Health of Indonesia, 5(2), 48–53.

Badan Standarisasi Nasional. (2002). Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan. ACM SIGGRAPH 2010 Papers on - SIGGRAPH ’10, ICS 27.180, 1.

Dinas Kesehatan Kota Bandung. (2022). Profil Kesehatan Kota Bandung. Dinas Kesehatan Kota Bandung.

BPS Kota Bandung. (2020). Kota Bandung Dalam Angka 2020. BPS Kota Bandung.

Chaudhry, F.N & Malik, M. F. (2017). Factors Affecting Water Pollution: A Review. Journal of Ecosystem & Ecography, 7(1), 1–3.

Debrah, J.K. Vidal, D.G., D. M. A. . (2021). Raising Awareness on Solid Waste Management through Formal Education for Sustainability: A Developing Countries Evidence Review. Recycling, 6(6), 1–21.

Hanif, D.I. & Martini, S. (2019). The relationship between thedensity of flies and the man-agement of livestock wastewith the incidence of diarrheain the community of dairyfarmers in Pudak Kulon Village,Ponorogo, Indonesia. Journal of Public Health in Africa, 10(1), 1176.

Harjanti, I. M., & Anggraini, P. (2020). Pengelolaan Sampah Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang. Jurnal Planologi, 17(2), 185. https://doi.org/10.30659/jpsa.v17i2.9943

Husin, H. (2018). Identifikasi Kepadatan Lalat Di Perumahan Yang Berada Di Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah Air Sebakul Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health, 5(1), 80–87.

Kemenkes, RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Ri No. 50 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Serta Pengendaliannya. Kemenkes RI, Jakarta Indonesia.

KemenLHK, RI. (2021). Data Pengelolaan Sampah Provinsi Jawa Barat. Jakarta.

Kristanti, I., Banowati, L., Herawati, C., Thohir, T., & Faridasari, I. (2021). Hubungan Pengelolaan Sampah Dengan Tingkat Kepadatan Lalat Di Tempat Penampungan Sementara (Tps). Jurnal Kesehatan, 12(1), 9–16. https://doi.org/10.38165/jk.v12i1.230

Kurniawan, D.A & Santoso, A. . (2020). Pengelolaan Sampah Di Daerah Sepatan Kabupaten Tangerang. ADIMAS: Adi Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 31–38.

Khairiyati. L. (2018). Hubungan fasilitas Sanitasi Dasar dengan Tingkat Kepadatan Lalat pada Warung Makan di Kota Banjarbaru. Jurnal Prosiding, 17(1), 1–18.

Mahrusah, N.I., Supriadi., Kurniawan, A. (2022). The Relationship Between Environmental Sanitation and Flies Density Rate in a Slaughterhouse in Sidoarjo Regency. Advances in Health Sciences Research, 44, 118–122.

Mahyudin, R. P. (2017). Kajian Permasalahan Pengelolaan Sampah Dan Dampak. Teknik Lingkungan, 3, 3(1), 66–74.

Majdi, M., & Ruhardi, A. (2018). Tingkat Kepadatan Lalat di Rumah Penduduk Sekitar Tenda Pengungsian Pasca Gempa Lombok Tahun 2018. Jurnal Sangkareang Mataram, 4(3), 24–27.

Majdi, M., Siswandi, E., S, H., & D, L. K. (2021). Jarak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah Dan Tingkat Kepadatan Lalat Di Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Sanitasi Dan Lingkungan, 2(111–120).

Marlinae, L., Khairiyati, L., Ulfah, N., Paramita, N., Muslimah P., Norwinardi, R., Zubaidah, T. (2019). Relationship of Environmental Factors, Sanitation Means and Sanitation Behavior with Fly Density Level (Review of Food Stalls in Banjarbaru City). Indian Journal of Public Health Research & Development, 10(12), 1787–1791.

Masyhuda & Hestiningsih, R. R. (2017). Survei Kepadatan Lalat Di Tempat Pembuangan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5, 560–569.

Mohammed, M., Shafiq, N., Elmansoury, A., Al-Mekhlafi, B.A., Rached, F.A., Zawawi., Haruna, A., Rafindadi, A.D., Bello, M. (2021). Modeling of 3R (Reduce, Reuse and Recycle) for Sustainable Construction Waste Reduction: A Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sustainability, 13, 1–22.

Murdani, I., Zakiyudin, Z., Musnadi, J. (2020). The Relationship Of Hygine Sanitation, Sanitation Facilities and Exchanger Actions With Fly Density Levels in Dining House in Meulaboh City. Journal of Nutrition Science, 1(2), 72–78.

Pituari, Dirhan, & Murtiningsih. (2021). Analisis Tingkat Kepadatan Lalat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Air Sebakul Kota Bengkulu. Sains Kesehatan, 27(3), 9–17.

Puspitarani, F., Sukendra, D. M., & Siwiendrayanti, A. (2017). Penerapan Lampu Ultrviolet Pada Alat Perngkap Lalat Terhadap Jumlah Lalat Rumah Terperangkap. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1(3), 84–94.

Rahim, F. K., Rohmatunisa, R., & Amalia, I. S. (2020). Model Presdiksi Kepadtan Lalat Di Pasar Kabupaten kuningan Jawa Barat Indonesia. Journal Of Public Health Inovation, 10(01), 72–82.

Hasibuan. R. (2016). Analisis dampak limbah/sampah rumah tangga terhadap lingkungan hidup. Jurnal Ilmiah “Advokasi,” 04(01), 42–52.

Rumakat, A. A., Juwana, I., & Ainun, S. (2020). Penyusunan Indeks Tingkat Pelayanan Sistem Pengelolaan Sampah Kota. Jurnal Reka Lingkungan, 9(1), 23–33. https://doi.org/10.26760/rekalingkungan.v9i1.23-33

Sulasmi, & Wahyuni, R. (2022). Hubungan Kondisi Pasar Dengan Tingkat Kepadatan Lalat Di Kota Parepare. Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 22(1), 173–180.

Yudhistirani, S. A., Syaufina, L., & Mulatsih, S. (2016). Desain Sistem Pengelolaan Sampah Melalui Pemilahan Sampah Organik Dan Anorganik Berdasarkan Persepsi Ibu - Ibu Rumah Tangga. Jurnal Konversi, 4(2), 29. https://doi.org/10.24853/konversi.4.2.29-42

Yunus, H., & Juherah, J. (2020). Gambaran Penanganan Sampah Dengan Tingkat Kepadatan Lalat Di Pasar Tradisional Di Kota Makassar. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 20(1), 66. https://doi.org/10.32382/sulolipu.v20i1.1478

Zhang, Y., Li, J., Ma, Z., Shan, C., & Gao, X. (2018). Multiple mutations and overexpression of the MdaE7 carboxylesterase gene associated with male-linked malathion resistance in housefly, Musca domestica (Diptera: Muscidae). Scientific Reports, 8(1), 1–11.


Article Statistic

Abstract view : 28 times
PDF (Bahasa Indonesia) views : 12 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Agus Riyanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.