The Relationship of Stress Levels on Menstrual Cycle Disorders in Adolescent Girls
Abstract
Menstrual cycle abnormalities are a significant cause of infertility. Ovulation dysfunction accounts for 10-25% of female infertility cases. Data of youth care health services or Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) at the Kota Dalam Public Health Center, Pesawaran Regency, in 2020, the number of adolescent girls was 728 people. 11.26% of adolescents have reproductive health problems, namely irregular menstrual cycles. This study aimed to determine the relationship between stress levels and menstrual cycle disorders in adolescent girls in the work area of the Kota Dalam Public Health Center, Pesawaran Regency, in 2021. This type of research was quantitative with an analytic design and cross-sectional approach. The population and sample of all adolescents girls were 38 people with the accidental sampling technique. The data analysis test used in this study used the Chi-Square test.The results showed that the distribution of the frequency of menstrual cycle disorders in adolescent girls, with the category of experiencing menstrual cycle disorders among as many as 18 respondents (47.40%), the distribution of stress frequencies in adolescent girls, with the variety of experiencing stress as many as 22 respondents (57.9%). There was a relationship between stress levels and menstrual cycle disorders in adolescent girls. The results of the analysis were obtained (p-value 0.010 less than 0.05). OR: 8,000. It is suggested that young women can increase their knowledge about menstrual cycle disorders through electronic media or by conducting examinations on health services to avoid complications in menstruation. Teenage girls who experience stress can be overcome by adequate rest, relaxation, regular exercise, recreation, and body massage.
Abstrak: Kelainan siklus menstruasi merupakan penyebab infertilitas yang penting. Disfungsi ovulasi berjumlah 10-25% dari kasus infertilitas wanita. Berdasarkan data pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) di Puskesmas Kota Dalam Kabupaten Pesawaran Tahun 2020, dari 728 orang remaja putri, terdapat sebanyak 11,26% remaja yangmengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres terhadap gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Kota Dalam Kabupaten Pesawaran Tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel seluruh remaja wanita sebanyak 38 orang dengan teknik accidental sampling. Uji analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diketahui remaja yang mengalami gangguan siklus menstruasi sebanyak 18 responden (47,40%), yang mengalami sebanyak 22 responden (57,9%). Ada hubungan tingkat stres terhadap gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Hasil analisis diperoleh (p-value 0,010 kurang dari 0,05). OR: 8.000. Disarankan para remaja putri dapat lebih menambah pengetahuannya mengenai gangguan siklus menstruasi melalui media elektronik maupun dengan melakukan pemeriksaan pada pelayanan kesehatan untuk menghindari terjadinya komplikasi pada menstruasi. Remaja putri yang mengalami stres dapat diatasi dengan cara istirahat yang cukup, relaksasi, olahraga teratur, rekreasi, dan pemijatantubuh.
Keywords
References
Andriani. (2018). Hubungan stres terhadap siklus menstruasi padasiswi Pondok Pesantren Putri Ummu Sulaim Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol.06 No.02 Oktober 2020 Page123.
Dahlan, MS. (2011). Statistik Untuk Kedokteran Dan Kesehatan. Jakarta: Salemba medika.
Hastono, Sutanto Priyo. (2017). Analisis Data Pada Bidang Kesehatan. Depok: Raja Grafindo Persada
Herwandar., Russiska., Fakhrudin. (2020). Hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan tingkat I di STIKES Kuningan. 1ST National Nursing Confrence: The Sustainable Innovation in Nursing Education And Practice (1ST NNC) 2020, Horison Tirta Sanita Hotel, Kuningan, Indonesia, 8 Februari 2020.
Hutapea. (2021). Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Sman 3 Binjai. Maieftiki Journals Vol 1 No1. 2021.
Kemenkes RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta : Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Kusmiran, E. (2016). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.
Masturoh., Anggita. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Bahan ajar rekam medis dan informasi kesehatan (RMIK). Pusat pendidikan sumberdaya manusia kesehatan: Badan Pengembangan Dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.
Nugroho, T. (2012). Obsgyn. Obstetri dan ginekologi. Untuk Kebidanan dan Keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan (Cetakan VI). Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. 2014. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik KeperawatanProfesional, Edisi 4. Jakarta: SalembaMedika.
Priyoto. (2014). Konsep Manajemenstres.Yogyakarta: Nuha Medika.
Purwoastuti & Walyani. (2015). Ilmu Obstetri Ginekologi Sosial Untuk Kebidanan. Yogyakarta: Pustaka baru press.
Rahayu. (2017). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Remaja dan Lansia. Surabaya: Airlangga University Press.
Rahma. (2021). Hubungan kebiasaan konsumsi fast food dan stres terhadap siklus menstruasi pada remaja putri SMAN 12 Kota Bekasi.
Riyanto. A. (2011). Aplikasi Metodelogi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Romandhon MK. (2014). Manajemen pikiran untuk mengatasi stress, depresi, kemarahan dan kecemasan. Yogyakarta: Pradipta sarastika.
Saroha, Pinem. (2014). Kesehatan Reproduksi Dan Kontrasepsi. Jakarta: CV. Trans Info Media.
Setiyaningrum. (2015). Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Edisi Revisi. Jakarta: CV. Trans Info Media.
Sujarweni. (2021). Metodelogi penelitian. Lengkap, Praktis dan MudahDipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Sukarni & Margareth. (2013). Kehamilan, Persalinan dan nifas. Yogyakarta: Nuha Medika.
Yosep, I. (2011). Keperawatan jiwa. Cetakan IV (edisi revisi). Bandung: Refika aditama.Article Statistic
Abstract view : 1007 timesFulltext (Bahasa Indonesia) views : 943 times
Dimensions Metrics
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










