The correlations of interpersonal communication pharmacists with compliance medication in patientof diabetes mellitus type 2
Abstract
Drug compliance is often associated with interpersonal relationships. Good interpersonal relationships depend on how interpersonal communication is established. This study aims to identify the relationship between interpersonal communication of pharmacists and drug compliance of Type 2 Diabetes Mellitus (DM) outpatients and identify the most dominant interpersonal and communication factors influencing drug compliance and its external factors. The samples of this study were patients who met the inclusion criteria. Data were obtained from questionnaires, observations, and medical records. The data were tested for validity and reliability using univariate analysis, bivariate analysis using chi-square, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results of the study showed characteristics that affect drug compliance are DM drugs used and the number of drugs received. The results of bivariate analysis p-value less than 0.05 mean there was a relationship between the interpersonal communication of pharmacists (openness, empathy, supportive behavior, positive behavior, and equality) and drug compliance of Type 2 DM outpatients at RSUD Jaraga Sasameh. The most dominant interpersonal communication factor was positive behavior with an exp (B) value of 16.013. External factors affecting were supporting facilities, and time.
Abstrak: Kepatuhan minum obat seringkali dikaitkan dengan hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal yang baik tergantung bagaimana sebuah komunikasi interpersonal dibangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal apoteker dengan kepatuhan minum obat pasien DM Tipe 2 rawat jalan, mengetahui faktor komunikasi interpersonal paling dominan dan faktor eksternal yang mempengaruhi kepatuhan minum obat. Sampel adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh dari pengisian kuesioner oleh pasien, observasi dan rekam medik. Kuesioner sebelum digunakan untuk pengambilan data di uji validitas dan reliabilitas. Data yang diperoleh dari kuesioner kemudian dianalisis univariat, bivariat menggunakan chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menujukkan karakteristik yang mempengaruhi kepatuhan minum obat yaitu obat DM yang digunakan dan jumlah item obat yang diterima. Hasil menganalisis bivariat angka p kurang dari 0,05 maknanya ada relasi diantara komunikasi interpersonal apoteker (keterbukaan, empati, tingkah laku suportif, tingkah laku positif serta kesetaraan) dengan ketaatan minum obat pasien DM Tipe 2 rawat jalan pada RSUD Jaraga Sasameh. Hasil analisis multivariat faktor komunikasi interpersonal paling dominan adalah perilaku positif dengan nilai exp (B) sebesar 16,013. Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah sarana penunjang, dan waktu.
Keywords
References
IDF. IDF Diabetes Atlas [Internet]. 10TH ed. Edward J Boyko DJM, Suvi Karuranga, Lorenzo Piemonte PR, Pouya Saeedi HS, editors. 2021. 1–150 p. Available from: www.diabetesatlas.org
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Provinsi Kalimantan Tengah Riskesdas 2018. Kemenkes RI. 2019. 506–510 p.
Srikartika VM, Cahya AD, Suci R, Hardiati W, Srikartika VM. Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Penggunaan Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. J Manaj Dan Pelayanan Farm (Journal Manag Pharm Pract. 2016;6(3):205–12.
Horii T, Momo K, Yasu T, Kabeya Y, Atsuda K. Determination of factors affecting medication adherence in type 2 diabetes mellitus patients using a nationwide claim-based database in Japan. PLoS One. 2019;14(10):1–12.
Ulansari R, Iskandar. Efektivitas Komunikasi Interpersonal Antara Perawat Dan Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Tipe B Andi Makkasau Kota Parepare. Media Komun Dan Dakwah. 2016;39–71.
Kale ED, Akoit EE. Analisis risiko luka kaki diabetik pada penderita dm di poliklinik dm dan penyakit dalam. J Info Kesehat. 2016;14(Dm):1006–18.
Pahlawati A, Nugroho PS. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Usia dengan Kejadian Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda Tahun 2019. Borneo Student Res [Internet]. 2019;1(1):1–5. Available from:http://journals.umkt.ac.id/index.php/bsr/article/view/479
Isnaini N, Ratnasari R. Faktor risiko mempengaruhi kejadian Diabetes mellitus tipe dua. J Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah. 2018;14(1):59–68.
Siwi MAA, Ilmanita D, Dias MSC. Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Oral pada Pasien DM di Rumah Sakit Bantuan Rampal Malang. PHARMADEMICA J Kefarmasian dan Gizi. 2022;1(2):47–57.
Akrom A, Sari okta M, Urbayatun S, Saputri Z. Faktor yang Berhubungan Dengan Status Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus. J Sains Farm Klin. 2019;6(1):54–62.
Jasmine NS, Wahyuningsih S, Thadeus MS. Analisis Faktor Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Pancoran Mas Periode Maret – April 2019. J Manaj Kesehat Indones [Internet]. 2020;8(1):61–6. Available from: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jmki/article/view/24742
Ningrum DK. Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II. Higeia J Public Heal. 2020;4(3):84–94.
Putri AH, Setiani LA, Nurdin N muharram. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Penggunaan Obat Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit PMI Kota Bogor. Proceeding Mulawarman Pharm Conf [Internet]. 2021;(April 2021):41–8. Available from: http://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/416/399
Fatiha CN, Sabiti FB. Peningkatan Kepatuhan Minum Obat Melalui Konseling Apoteker pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Halmahera Kota Semarang. JPSCR J Pharm Sci Clin Res. 2021;6(1):41.
Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik. Pedoman Konseling Pelayanan Kefarmasian di Sarana Kesehatan. 2007. 1–38 p.
Cavaco AM. What should pharmacists keep in mind to communicate with patients more effectively? Some key concepts for everyday use. J Malta Coll Pharm Pract. 2017;(23):13–6.
PERKENI. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Indonesia. 2021.
Rahmi S. Komunikasi Interpersonal Dan Hubungannya Dalam Konseling. Syiah Kuala University Press; 2021.
Lestari S. Pengaruh Komitmen Manajemen, Perilaku Positif Tenaga Kesehatan Dan Dukungan Dinkes Terhadap Kualitas Layanan Pada Uptd Puskesmas Di Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. Kindai Sekol Tinggi Ilmu Ekon Pancasetia Banjarmasin. 2021;17.
Panitra TD, Tamburian, H.H. D. Komunikasi Antarpribadi Dokter Dengan Pasien dalam Membantu Penyembuhan Pasien di Klinik Cendana. Koneksi. 2019;3(1):71.
Tanadi P, Girsang E, Nasution SLR, Ginting CN. Doctor ’ s Interpersonal Communication on the Quality of Life of Diabetes Mellitus Patients. 2021;(Himbep 2020):35–41.
Pasaribu BS, Aulia D, Rochadi RK. Effect of Doctor ’ s Interpersonal Communication on Patient Satisfaction at Royal Prima General Hospital Medan. 2019;6(November):162–87.
Yulikhah S, Bukhori B, Murtadho A. Self concept , self efficacy , and interpersonal communication effectiveness of student. 2019;4(1):65–76.
Rachmawati TS. Peran tenaga kesehatan puskesmas sebagai komunikator dalam program indonesia sehat dengan pendekatan keluarga. J Komun Prof. 2020;4(1):1–13.
Rasdianah N, Martodiharjo S, Andayani TM, Hakim L, Studi P, Universitas D, et al. Pengaruh Pelayanan Kefarmasian di Rumah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Wilayah Kota Yogyakarta. 2020;10(2):126–36.Article Statistic
Abstract view : 802 timesPDF (Bahasa Indonesia) views : 531 times
Dimensions Metrics
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










