Determinan Kepemilikan Jamban Sehat di Desa Sukomulyo Martapura Palembang



Fera Novitry(1Mail), Rizka Agustin(2),
(1) Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Al-Ma’arif Baturaja, Indonesia
(2) Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Al-Ma'arif Baturaja, Indonesia

Mail Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.30604/jika.v2i2.51

Full Text:    Language : id
Submitted : 2017-10-25
Published : 2017-12-06

Abstract


Kondisi lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan diantaranya penyediaan air bersih, jamban keluarga, kondisi rumah dan kondisi lingkungan pemukiman. Desa dengan akses sanitasi layak (jamban sehat) terendah di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kotabaru yaitu: Sukomulyo (56,5%) Kotabaru Barat (62,9%) Kotabaru Selatan (63,9%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kepemilikan jamban sehat di Desa Sukomulyo. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh kepala keluarga yang mempunyai jamban di Desa Sukomulyo, yaitu sebanyak 472 kepala keluarga. Sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling, berjumlah 213 sampel. Analisis data menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban sehat dengan pendidikan (p value 0,001), pengetahuan (p value 0,001), sikap (p value 0,001) dan pendapatan keluarga (p value 0,001). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, sikap dan pendapatan keluarga dengan kepemilikan jamban sehat di di Desa Sukomulyo Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kotabaru Kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur.

Kata Kunci: Jamban Sehat, Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, Pendapatan Keluarga

 

THE DETERMINANT OF THE OWNERSHIP OF HEALTHY LATRINES IN SUKOMULYO VILLAGE MARTAPURA PALEMBANG


Abstract: Environmental conditions that are very influential on health status include the provision of clean water, family latrines, housing conditions and environmental conditions of the settlement. The villages with the lowest sanitation access (low latrines) in the working area of UPTD Kotabaru Health Center were Sukomulyo (56.5%), Kotabaru Barat (62.9%), Kotabaru Selatan (63.9%). The purpose of this research is to know the determinant of the ownership of healthy latrine in Sukomulyo Village. The research used cross sectional approach. Population is all head of household having latrines in Sukomulyo Village as many as 472 head of family. The sample of research using simple random sampling technique amounted to 213 samples. Data analysis using chi square test to know the relation of independent variable with dependent variable. The results showed there was a significant correlation between the ownership of healthy latrine with education (p value 0,001), knowledge (p value 0,001), attitude (p value 0,001) and family income (p value 0,001). The conclusion of the research shows that there is a correlation between education, knowledge, attitude and income of the family with the ownership of healthy latrine in Sukomulyo Village Working Area of UPTD Kotabaru Health Center of Martapura Sub-district, OKU Timur Regency.

Keyword: Healthy Latrine, Education, Knowledge, Attitude, Family Income


Keywords


Health Latrine; Education; Knowledge; Attitude; Family Income; Jamban; Pendidikan; Pengetahuan; Sikap; Pendapatan Keluarga

References


Azwinsyah, dkk. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Kepemilikan Jamban Keluarga dan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Tahun 2014. http://download.portalgaruda.org/ (diakses 8 April 2017).

Darsana. (2012). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Keluarga di Desa Jehem Kecamatan Tembuku Kabupaten Bangli Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 2, November 2014 http://poltekkes-denpasar.ac.id/ (diakses 8 April 2017).

Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. (2016). Profil Kesehatan Kabupaten OKU Tahun 2015.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. (2014). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013. Palembang: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. (2015). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014. Palembang: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

Dharma. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Kepemilikan Jamban Keluarga dan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare di Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Tahun 2014.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2012. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Informasi Pilihan Jamban Sehat. Water and Sanitation Program East Asia and the Pacific (WSP-EAP). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kusnoputranto, H. (2013). Kesehatan Lingkungan: Jamban di Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Vol. 5, No.4, November 2013. http://etd.repository.ui.ac.id/ (diakses 7April 2017).

Notoatmodjo, S. (2010). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.

WHO. (2014). Progres Sanitasi dan Air Minum – Progress on Sanitation and Drinking-Water: Update. Geneva: WHO 2010.


Article Metrics

 Abstract Views : 968 times
 DOWNLOAD PDF (Bahasa Indonesia) Downloaded : 276 times

Dimensions, PlumX, and Google Scholar Metrics

10.30604/jika.v2i2.51



Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.