Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Menular Seksual pada Wanita Pekerja Seksual

Linda Puspita(1*)
(1) Akademi Kebidanan Medica Bakti Nusantara
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v2i1.30

Abstract

Abstrak: Infeksi menular seksual (IMS) ditularkan melalui koitus, anal dan oral dan digolongkan pada 5 kategori penyakit dewasa yang memiliki dampak besar pada kesehatan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian IMS pada Wanita Pekerja Seksual. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan Desain Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah WPS di klinik VCT mobile Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung sebanyak 83 sampel dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Analisis data yang digunakan analisis univariat, bivariat chi square dan multivariate (regresi logistic). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara umur (p=0,012; or=3.6), status pernikahan (p=0,035; OR=3.1), penggunaan kondom (p=0.001; OR=5.5). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa penggunaan kondom merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan IMS pada WPS di klinik VCT mobile Puskesmas Sukaraja dengan p value (p=0,002 dan OR=7.7). Petugas kesehatan disarankan dapat meningkatan intensitas VCT Mobile, meningkatkan penyuluhan kesehatan pencegahan IMS, meningkatkan sosialisasi kondom, dan menyediakan tempat dan waktu untuk penyuluhan kesehatan bagi WPS.

 

 

Abstract: Sexually transmitted infections (STIs) are transmitted through coitus, anal and oral and are classified into 5 categories of adult diseases that have a major impact on sexual health. This study aims to determine the factor analysis associated with the incidence of STIs in women sex workers. The type of this research is quantitative research using Analytic Design with cross sectional approach. Population in this research is WPS at VCT mobile clinic of Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung City as many as 83 samples by using simple random sampling technique. Data analysis used univariate analysis, bivariate chi square and multivariate (logistic regression). The results showed that there was a significant relationship between age (p = 0.012; or = 3.6), marital status (p = 0,035, OR = 3.1), condom use (p = 0.001; OR = 5.5). The result of multivariate analysis showed that condom use was the most dominant variable related with STI in WPS at VCT mobile clinic of Puskesmas Sukaraja with p value (p = 0,002 and OR = 7.7). Healthcare workers are advised to increase the intensity of VCT Mobile, improve health education prevention of STIs, improve condom socialization, and provide premises and time for health education for WPS.

Keywords


Factor analysis; IMS; WPS; Sexually transmitted infections; klinik VCT

References


Arif Mansjoer, dkk. (2001). Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta: FKUI

Arikunto, Suharsimi. (2007). Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktik Jakarta, Rineka Cipta

Yulica, Aridawarni. (2014). Analisis Determinan Wanita Pekerja Seksual dengan Kejadian Infeksi Menular Seksual. Jurnal Obstretika Scientia. Vol. 2 No. 1. Diakses tgl 27 maret 2016.

Febiyantin, Chiriyah. (2012). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi menular seksual (IMS) pada wanita pekerja seksual (WPS) usia 20-24 Tahun di resosialisasi argorejo Semarang (Tesis). Diakses tgl 15 Februari 2016.

Dahlan, Sofiyudin. (2009). Besar sampel dan cara pengambilan sampel. Jakarta: Salemba Medika.

Daili Fahmi, Sjaiful. dkk. (2007). Infeksi menular seksual. Jakarta: Balai Penerbit FKUI

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2014). Profil Kesehatan Provinsi Lampung.

Dinas kesehatan Kota Bandar Lampung, 2016. Profil Kesehatan Kota Bandar Lampung.

Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. (2016). Profil Kesehatan Puskesmas Panjang

Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. (2016). Profil Kesehatan Puskesmas Sukaraja

Depkes RI. (2011). Survelensi Terpadu Biologis dan Perilaku. Jakarta: STBP.

Dirjen P2PL Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman Penatalaksanaan Penderita IMS dengan Pendekatan Syndrome. Jakarta

Juanda, Adi. (2005). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi ke empat. Jakarta: FKUI.

Endy Muhardin Moegni. (2001). Penyakit Menular Seksual: Dampaknya Terhadap Kesehatan Alat Reproduksi Wanita dan Kehamilan, (http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=460&tbl=artikel), diakses tgl 29 Maret 2016.

Febrianingsih. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Menular Seksual pada Pasien yang Datang Berobat di Klinik Infeksi Menular Seksual Puskesmas Limba B Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo Tahun 2014

Febiyantin. (2012). Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) Pada Wanita Pekerja Seksual (WPS) Usia 20-24 Tahun di Resosialisasi Argorejo Semarang (Tesis). Diakses tgl 15 Februari 2016.

Hastono, S. P. (2007). Analisa Data. Jakarta: Penerbit Pustaka Fakultas Kesehatan Masyarakat-UI

Hutapean. (2010). Prevalensi WPS Yang Tidak Menawarkan Kondom 45.9% dan Lebih Dari Separuhnya (67,2%) Adalah Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung (WPSTL).

Hestiningsih, Retno. (2010). Kejadian Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Penjaja Seks Di Tempat Hiburan Tanjung Pinang. Seminar Nasional Mewujudkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat Berbasis Preventif dan Promotif. Semarang: Universitas Diponegoro.

Lokollo, Fitriana Yuliawati. (2009). Study Kasus Perilaku Wanita Perkerja Seksual Tidak langsung Dalam Pencegahan IMS, HIV dan AIDS di Pub dan Karouke, Café, dan Diskotik di Kota Semarang. (Thesis) Program Studi Magister Promosi Kesehatan Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Semarang: Undip

Kepmenkes RI. (2009). B-13 Mitos dan fakta: Modul Pelatihan Intervensi Perubahan Perilaku Paket Satu. Jakarta

Kepmenkes RI. (2011). Kuisioner IMS dan HIV Survey Terpadu Biologis Perilaku, Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan.

Jasan, Saiful. dkk. (2003). Prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi Pada Wanita Penjaja Seks Di Jayapura, Banyuwangi, Semarang, Medan, Palembang, Tanjung Pinang, Dan Bitung, Indonesia, 2003. Publikasi AIDS – INA. Departemen Kesehatan Indonesia.

Jost G, Hagan. (2005). Risk Faktor and Prevalence of And STD Among Low Income Female Communical Sex Worker In Mongolia. Sexually Transmitted Disease. Diakses tgl 8 Maret 2016.

Kumalasari, I dan andhyantoro, I. (2012). Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Salemba Medika

Kusmiran, Eni. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.

Manuaba, Ida Bagus. (2004). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC

Mubarik. (2011). Epidemologi penyakit: Jakarta

Murtiastutik, Dwi. (2008). Buku ajar Menular Seksual. Surabaya: Airlangga University Press

Najmah. (2016). Epidemologi Penyakit Menular. CV Trans Info Media

Notoadmodjo, Soekidjo. (2010). Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta

Noviyana Isnaeni. (2014). Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian Penyakit Menular Seksual Pada Wanita Penjaja Seks (WPS) di Kelurahan Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang (Jurnal) Tahun 2014

Nurhalina Afriana. (2012). Faktor – faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Gonorhoe pada Wanita Penjaja Seks Komersil di 16 Kabupaten/kota di Indonesia. Analisis Data Sekunder Survey Terpadu Biologi. Diakses tgl 20 Februari 2016.

Nursalam. (2008). Konsep dan penerapan Metodelogi Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis. Jakarta, Salemba medika.

Pane, M. (2008). Aspek Klinis Dan Epidemologi Penyakit. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Purwostati endang dan Elisabeth. (2015). Ilmu kesehatan masyarakat dalam kebidanan. Jakarta: Pustaka baru Press.

Satriani Veriantil Ade. (2015). Faktor Resiko IMS pada Wanita Usia Subur Dipelayanan Klinik IMS Palembang Ilir (jurnal). Diakses tgl 16 Februari 2016.

Seksi P2 Bidang P3PL Dinkes Prov Lampung dan Data Profil Kesehatan Kabupaten / Kota tahun 2014.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Afabeta

Setyawulan. (2007). Hubungan praktek Pencegahan Penyakit Menular Seksual dengan Kejadian Penyakit Menular. Diakses tgl 25 Maret 2016.

Sukmawati. (2015). Penyebab Kegagalan Menggunakan Kondom. http://www.pilihdokter.com/id/berita/penyebab-kegagalan-menggunakan-kondom, diakses tgl 5 Mei 2016.

Surveilans Terpadu Biologi Perilaku STBP. (2007) Dikalangan Kelompok Beresiko di Indonesia, Kepmenkes RI.

Susanto, Clevere dan Ari, Made. (2013). Penyakit kulit dan kelamin. Yogyakarta: Nuha Medika.

Umitra. (2016). Panduan penulisan Tesis Program Pascasarjana, Provinsi Lampung

WHO. (2013). Factsheet of Sexually Transmitted Infections (STI’s). http://www.who.int/reproductivehealth/publications/rtis/rhr13_02/en/ (Akses 1 April 2016).

Widyastuti, Y, dkk. (2009). Kesehatan reproduksi, Yokyakarta: Fitramaya

Widoyono. (2011). Penyakit tropis, epidemologi, penularan dan pencegahan, dan pemberantasannya edisi ke 2, Penerbit Erlangga.

Widodo, Edy. (2009). Praktik Wanita Pekerja Seks (WPS) Dalam Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) Dan HIV&AIDS Di Lokalisasi Koplak, Kabupaten Grobogan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. Vol. 4/No. 2 Agustus 2009. Universitas Diponegoro.

William G. Wong. (2010). STD Among female sex worker in Hongkong the role of migration status. Diakses tgl 5 Februari 2016.


Article Statistic

Abstract view : 2831 times
PDF (Bahasa Indonesia) views : 3013 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.