ANALISIS PREDISPOSING FACTOR DAN SANITASI LINGKUNGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA BALITA DAN ANAK-ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG PURI KABUPATEN SINTANG

Ria Risti Komala Dewi(1*), GANDHA SUNARYO PUTRA(2)
(1) Universitas Muhammadiyah Pontianak
(2) Universitas Muhammadiyah Pontianak
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v9i2.2497

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia, terutama pada kelompok kasus balita. Penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan merespon dengan baik untuk mencegah kasus DBD muncul di lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor predisposisi, dan kondisi sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD pada balita dan anak-anak di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi case control 1:2. Jumlah sampel yaitu 45 kasus dan 90 kontrol yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitian meliputi pengetahuan, sikap, status ekonomi, keberadaan jentik nyamuk, PSN, TPS, kebiasaan memakai pakaian panjang, dan pemakaian obat anti nyamuk. Analisis data berupa analisis univariat, bivariat, serta multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan keberadaan jentik air (OR=8,5; 95% CI 1,896-38,400 p=0,005), kebiasaan memakai pakaian panjang (OR=2,9; 95% CI 1,126–7,660 p=0,028), tempat pembuangan sampah (OR=0,2; 95% CI 0,032–0,877 p=0,034), pengetahuan responden (OR=4,0; 95% CI 1,614–10,080 p=0,003), terhadap kejadian DBD pada balita dan anak-anak di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri. Perlu ada upaya lintas sektor untuk mengurangi kejadian DBD. Upaya-upaya ini termasuk pemberantasan sarang nyamuk, edukasi, perbaikan TPS, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko dan pencegahan DBD.

Keywords


Demam berdarah dengue: sanitasi lingkungan; predisposisi

References


Kemenkes, RI. (2013). Buku Saku Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes, RI. (2013). Pedoman pengendalian demam berdarah dengue di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan.

Kemenkes, RI. (2016). Infodatin: situasi DBD di Indonesia.

Kemenkes, RI. (2022). LAPORAN TAHUNAN 2022. Demam Berdarah Dengue. Germas. http://p2p.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2023/06/FINAL_6072023_Layout_DBD-1.pdf

WHO. (2017). Dengue and severe dengue fact sheet. World Health Organization), Http://Www. Who. Int/Mediacentre/Factsheets/Fs117/En.

Silaban, A.O. (2016). Faktor-faktor Predisposisi Penyakit DBD pada Pasien Anak-anak di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode Maret-Juni 2016 (Tesis Sarjana). Universitas Kristen Maranatha.

Ariyati, I. S., & Sandra, T. (2017). Hubungan Antara Memasang Kawat Kasa, Menggantung Pakaian di Dalam Rumah, dan Kemampuan Mengamati Jentik dengan Kejadian DBD. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 7(2), 60–65.

Nasifah, S. L., & Sukendra, D. M. (2021). Kondisi Lingkungan dan Perilaku dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(1), 62–72.

Sucipto, P.T., Haharjo, M., Nurjazuli. (2015). Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Jenis Serotipe Virus Dengue Di Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, vol. 14, no.2, Oktober, 2015, pp. 51- 56.

Waode Azfari Azis, Laode Yusman Muriman, S. R. B. (2019). Jurnal Penelitian Perawat Profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 1(November), 89–94. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/downlo ad/ 83/65

Sandra, T., et.all 2019. Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Anak Usia 6-12 Tahun. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal. https://doi.org/10.32583/pskm.9.1.2019.28-35

Muchlis, S., Ishak, H., & Ibrahim E.2014. Faktor Risiko Upaya Menghindari Gigitan Nyamuk Terhadap Kejadian DBD di Puskesmas Pattiloang Makassar. repository.unhas [Internet];4. Available from: repository.unhas.ac.id

Sitepu FY, Depar E, Kemit S. 2019. Risk Factors Of Dengue Fever Outbreaks in Karo District, North Sumatera, Indonesia. Journal of Health Epidemiology and Communicable Disease. 5 (1) : 16-22

Asbon, N., & Purwanto, M. (2022). Hubungan Sanitasi Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue ( DBD ) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2022. Journal of Safety and Health, 2(2), 65–74.

Mawaddah F, Pramadita S, Triharja AA. Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Keluarga dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Pontianak. J Teknol Lingkung Lahan Basah. 2022;10(2):215.

Maitela Maitela, T. 2019. Monitoring Kejadian Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kecamatan Gondokusuman Dan Sekitarnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Bumi Indonesia, 8(3).

WHO (Wordl Healt Organization) Editor Edisi Bahasa Indonesia Ed 2, Dengue Hemorrhagic Fever. Diagnosis, Treatment, Prevention And Control: Jakarta

Novikasari L, Tenggara A. Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang Demam Berdarah Dengue Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Anak di Pudkesmas Iring Mulyo Kota Metro Tahun 2014 Jurnal Kesehatan Holistik. 2016;10(4):1–4.

Tisnawati, T., Pangesti, N. A., & Ilda, Z. A. (2023). Analisis Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Pada Anak Di Puskesmas Andalas Kota Padang. Menara Ilmu, 17(2), 116–123. https://doi.org/10.31869/mi.v17i2.4286

Dewi, T. (2019). Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang Penyakit Dbd dengan Perilaku Pencegahan Dbd Di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Jurnal Ilmiah Keperawatan, Vol 4, No. 2.

Sidiek, Aboesina. 2012. Tingkat pengetahuan mengenai DBD terhadap kejadian DBD pada anak. Semarang: Nuha medika.


Article Statistic

Abstract view : 441 times
PDF (Bahasa Indonesia) views : 397 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.