Abstract


Most cases of HIV in Indonesia occur during adolescents. HIV prevention can be done by changing good behavior. Currently, efforts to prevent the occurrence of HIV are not carried out optimally, one of the causes is a lack of knowledge about HIV. The research objective was to describe knowledge about HIV in adolescents. This research used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The variable in this research was knowledge of HIV. The population in this research was all students of SMAN 17 Garut. Sampling using the Stratified Random Sampling technique with a sample size of 277 people. Data analysis used univariate analysis with frequency distribution and presented as a percentage. The research was conducted from March to April 2020. The results showed as many as 5 respondents (1.8%) were in a good category, as many as 105 respondents (37.9%) were in the sufficient category, and 167 respondents (60.3%) were in a good category. in the unfavorable category. The conclusion of this research is that most adolescents have poor knowledge of HIV, almost half of the adolescents are in the sufficient category, and a small proportion of adolescents are in the good category. To overcome this, it is necessary to collaborate between teachers and health workers such as nurses to convey information in the form of counseling either directly or through social media, so that prevention efforts can be carried out optimally.

 

Abstrak: Kasus HIV di Indonesia banyak terjadi pada usia remaja. Pencegahan HIV dapat dilakukan dengan perubahan perilaku yang baik. Saat ini upaya pencegahan terjadinya HIV tidak dilakukan dengan optimal, salah satu penyebabnya karena kurangnya pengetahuan tentang HIV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang HIV pada remaja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Variabel pada penelitian ini adalah pengetahuan tentang HIV. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMAN 17 Garut. Pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel yaitu 277 orang. Analisis  data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk persentase. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai April 2020. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 5 responden (1,8%) berada pada kategori baik, sebanyak 105 responden (37,9%) berada di kategori cukup, dan 167 responden (60,3%) berada pada kategori kurang baik. Simpulan penelitian ini adalah sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang HIV, hampir setengahnya remaja berada pada kategori cukup, dan sebagian kecil remaja berada pada kategori baik. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan kolaborasi antara guru dan tenaga kesehatan seperti perawat untuk menyampaikan informasi berupa penyuluhan baik secara langsung maupun melalui media sosial, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan dengan optimal. 


Keywords


HIV: Knowledge: Adolescent; Pengetahuan; Remaja


Fatal error: Call to a member function getCount() on null in /home/u5727174/public_html/aisyah.journalpress.id/cache/t_compile/responsiveTheme^%%38^38D^38D7420B%%article.tpl.php on line 248