Abstract


Babies who are hospitalized can be one of the factors causing stress for mothers because they have to be temporarily separated from the baby. Stress in mothers with these conditions can affect breast milk production (ASI), meanwhile, breast milk is very necessary for optimal baby growth and development. The purpose of this study was to identify the effect of the implementation of kangaroo mother care (KMC) on increased milk production as long as the baby was hospitalized. The design of this study is qualitative with multiple case designs involving three selected cases and has predefined inclusion criteria. The research was conducted from January to March 2016 at RSUPN Ciptomangunkusumo and RSAB Harapan Kita. Breast milk production was measure during the mother carrying out KMC for 3 days using an electric pump or marmet technique. Furthermore, the results of expressed breast milk are recorded on the sheet provided. The results showed that there was an increase in milk production for 3 days with an average increase in milk production of 16,67-43,33 ml/day. KMC has a positive impact on milk production and volume, especially if the mother frequently implements PMK, so this intervention can support mothers who complain of low milk production.

 

Abstrak: Bayi yang di rawat di rumah sakit dapat menjadi salah satu factor penyebab ibu stress karena harus terpisah sementara waktu dengan bayi. stress pada ibu dengan kondisi tersebut dapat menjadi salah atu factor yang mempengaruhi produksi air susu ibu (ASI), sementara ASI sangat diperlukan untuk tumbuh kembang bayi yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pelaksanaan perawatan metode kanguru (PMK) terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui yang bayinya di rawat di unit perinatologi. Rancangan penelitian ini adalah kualitatif dengan multiple case design melibatkan tiga kasus terpilih dan memiliki kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Penelitian dilaksanakan di bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2016 di RSUPN Ciptomangunkusumo dan RSAB Harapan Kita. Produksi ASI ibu diukur selama ibu melaksanakan PMK selama 3 hari berturut-turut menggunakan pompa elektrik atau teknik marmet. Selanjutnya, hasil ASI perah dicatat pada lembar yang telah disediakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan produksi ASI selama 3 hari dengan rata-rata peningkatan produksi ASI 16,67-43,33 ml/hari. PMK berdampak positif pada produksi dan volume ASI, terlebih apabila ibu tersebut sering melaksanakan PMK, sehingga intervensi ini dapat mendukung ibu yang mengeluh produksi ASI sedikit. 


Keywords


breast milk; premature babies; kangaroo mother care (KMC); milk production; stress; anxiety; mothers; ASI; Stress; kecemasan


Fatal error: Call to a member function getCount() on null in /home/u5727174/public_html/aisyah.journalpress.id/cache/t_compile/responsiveTheme^%%38^38D^38D7420B%%article.tpl.php on line 248