Analysis of Filling in the Inpatient Medical Record Files at Arjasa Health Center Jember

Rossalina Adi Wijayanti(1*), Hikmatus Surur(2), Novita Nuraini(3), Indah Muflihatin(4)
(1) Politeknik Negeri Jember
(2) Politeknik Negeri Jember
(3) Politeknik Negeri Jember
(4) Politeknik Negeri Jember
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v6i2.484

Abstract

The Medical record form is an important means of communication because it records detailed data about all actions taken by medical officers. The activities of filling in medical records in Arjasa Health Center are applied less sufficiently. This can be seen from some incomplete filling of the medical record. It impacts the process of classification, and diseases coding, reporting, and claims submission. This study aims to analyze the filling of medical records files in the Arjasa Health Center, Jember Regency. This type of research is qualitative research. The data collections are interviews, observations, documentation, and questionnaires. There 5 subjects of the study which consist of medical record officer, nurse, midwife, nutrition officer, and doctor. The results show several factors that cause incomplete filling of the medical records are the absence of medical record training for officers, SOP, qualified officer, punishment and reward for officers’ performance. The efforts to solve these problems obtained by brainstorming include conducting medical record training, recruiting officers based on the qualifications, creating and socializing SOP, providing punishment or reward to officers with good performance in filling in the files completely and appropriately.

 

Abstrak: Formulir rekam medis merupakan sarana komunikasi yang penting karena didalamnya tercatat data rinci mengenai semua tindakan yang dilakukan tenaga medis. Kegiatan pengisian berkas rekam medis di Puskesmas Arjasa masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari beberapa berkas rekam medis yang masih belum terisi secara lengkap. Dampak dari pengisian berkas rekam medis yang tidak lengkap yaitu dapat menghambat proses pengklasifikasian dan kodefikasi penyakit, terhambatnya kegiatan pelaporan dan pengajuan klaim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengisian berkas rekam medis di Puskesmas Arjasa Kabupaten Jember. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan kuesioner. Subyek penelitian berjumlah 5 orang yang terdiri dari petugas rekam medis, perawat, bidan, petugas gizi serta Dokter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor yang dapat dapat menyebabkan ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis diantaranya belum pernah diadakannya suatu pelatihan terkait dengan pentingnya pengisian rekam medis secara lengkap, pendidikan petugas masih ada yang belum sesuai kualifikasi pendidikan RM, tidak ada SOP tentang pengisian berk;as rekam medis, tidak ada punishment dan reward bagi petugas sebagai bentuk motivasi dalam mengisi berkas rekam medis. Upaya penyelesaian masalah yang didapatkan dengan menggunakan brainstorming antara lain mengadakan pelatihan rekam medis, merekrut petugas sesuai kualifikasi Rekam Medis, membuat serta melakukan sosialisasi SOP tentang pengisian berkas rekam medis, memberikan punishment atau reward kepada petugas yang mengisikan berkas rekam medis secara lengkap dan tepat.

Keywords


filling; inpatient; medical record; public health center

References


Al Aufa, B. (2018). Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Ketidaktepatan Waktu Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap Di Rs X Bogor. Jurnal Vokasi Indonesia, 6(2), 41–46. https://doi.org/10.7454/jvi.v6i2.124

Ananto, R. (2014). ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Empiris Pada PT DHL Global Forwarding Semarang Branch). In Akuntansi. Universitas Diponegoro Semarang.

Denis, I. (2018). Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Rawat Inap Di Puskesmas Ambulu Kabupaten Jember Tahun 2018. UPT Politeknik Negeri Jember.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit Di Indonesia Revisi II Tahun 2006. In Depkes RI (hal. 13–15).

Dewi, E. S., & Basuki, R. (2017). Pengetahuan Petugas Kesehatan Dan Kelengkapan Isi Dokumen Rekam Medis Di Rumah Sakit. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 6(2). http://ojs.poltekkes-malang.ac.id/index.php/jpk/article/view/151

Farista, A. D., & Karyus, A. (2020). Hubungan Motivasi Dan Supervisi Terhadap Kelengkapan Pengisisan Resume Medis Oleh Dokter. Jurnal Ilmiah Permas, 10(3), 429–442.

Hasibuan, A. S., & Siburian, M. W. (2018). Sikap Petugas Terhadap Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Di Rumah Sakit Sinar Husni Tahun 2017. IMELDA, 3(1).

Hikmah, F., Wijayantin, R. A., & Rahmadtullah, Y. P. (2019). Penentu Prioritas Dan Perbaikan Masalah Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap DI RSD Kalisat. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 7(1), 58. https://doi.org/10.33560/jmiki.v7i1.214

Kemenkes, R. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan No. 55 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam Medis.

Kemenkes RI, 2008. (2008). Permenkes RI Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. 408.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:. 377/Menkes/SK/III/2007. Tentang Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Kementrian Kesehatan RI.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis. Kementrian Kesehatan RI.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2014a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2014 Tentang Kewajiban Rumah Sakit Dan Kewajiban Pasien. Kementrian Kesehatan RI.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2014b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Kementrian Kesehatan RI.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, (2016).

Kencana, G., Rumengan, G., & Hutapea, F. (2019). Analisa Kepatuhan Pengisian Berkas Rekam Medis di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo, 5(1), 27–37.

Khoiriah, I. (2017). ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETIDAKLENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN PROBOLINGGO.

Lestari, D. F. A. (2020). Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap Di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. UPT Politeknik Negeri Jember.

Mangentang, F. R. (2015). Kelengkapan Resume Medis dan Kesesuaian Penulisan Diagnosis Berdasarkan ICD-10 Sebelum dan Sesudah JKN di RSU Bahteramas. Jurnal ARSI, 1(44), 159–168.

Notoatmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. PT Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.

Ridho, K. M., Rosa, E. M., & Suparniati, E. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengisian Rekam Medis Di Rumah Sakit Gigi Dan Mulut Pendidikan UMY. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 1–18.

Ulfa dan Widjaya. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Diagram Fishbone Di Rumah Sakit Pertamina Jaya. Jurnal INOHIM, 5, 39–44.

Zaenal, S. (2006). Analisis Perilaku Dokter Dalam Mengisi Kelengkapan Data Rekam Medis Lembar Resume Rawat Inap Di Rs Ungaran Tahun 2005. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang.

Zakia, M. (2017). Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Bagian Penerimaan Pasien Rawat Inap Puskesmas Wongsorejo Banyuwangi Tahun 2017. UPT Politeknik Negeri Jember.


Article Statistic

Abstract view : 47 times
Fulltext (Bahasa Indonesia) views : 27 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.