The Influence of Gender-Sensitive Pregnant Women's Class on Maternal Self-Reliance Readiness in the Face of Childbirth and Complication Prevention

Yudhia Fratidhina(1*), Novita Rina Antarsih(2), Sri Mulyati(3), Fidya Aminin(4), Nina Herlina(5)
(1) Universitas Gunadarma
(2) Poltekkes Kemenkes Jakarta III
(3) Poltekkes Kemenkes Jakarta III
(4) Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Tanjung Pinang
(5) Universitas Gunadarma
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v6i3.535

Abstract

High Maternal Mortality Rate from sustainable development goals and evaluation of KIH (Pregnant Women Class) as one of the government programs to lower AKI is still likely to be implemented. This study aims to develop KIH with gender-sensitive participatory models especially in the independence of mothers facing childbirth. A method used with a cross-sectional study design, which is analyzed using quasi-experiments with control group design. In Jakarta, most of its respondents do not work while in Pangkal Pinang most of the respondents’ work. There is a significant difference of Access with a greater average value difference for the Pangkal Pinang area of 12.06; Participation with a greater average value difference for Pangkal Pinang of 5.00; control with a greater average value difference for the Pangkal Pinang area of 9.00; Benefits with a greater average value difference for the Pangkal Pinang region of 8.00; There is no meaningful difference in self-reliance in the face of childbirth and complications (access, participation, control, and benefits) between the intervention and control groups after the intervention of the gender-sensitive participation model of Jakarta and Pangkal Pinang areas. There are meaningful differences in knowledge and attitudes, access, participation, control, benefits, and independence of access in the face of childbirth in the intervention group before and after the intervention of gender-sensitive participatory models in the Jakarta and Tanjung Pinang areas.


Abstrak: Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dari target Sustainable Development Goals (SDG’s) dan evaluasi KIH (Kelas Ibu Hamil) sebagai salah satu program pemerintah untuk menurunkan AKI masih berpeluang untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan KIH dengan model partisipatif sensitif gender terutama dalam kemandirian ibu menghadapi persalinan. Metode yang digunakan dengan desain studi potong lintang (cross sectional), yang dianalisis menggunakan dengan quasi eksperiment with control group design. Karakteristik responden usia minimal 30 tahun dan usia maksimal 39 tahun, mayoritas multipara, dan mayoritas pendidikan tinggi. Jakarta sebagian besar respondennya tidak bekerja sedangkan Pangkal Pinang sebagian besar respondennya bekerja. ada perbedaan bermakna Akses dengan selisih nilai rata-rata lebih besar untuk wilayah Pangkal Pinang sebesar 12,06 dibandingkan wilayah Jakarta sebesar 5,53; Partisipasi dengan selisih nilai rata-rata lebih besar untuk Pangkal Pinang sebesar 5,00 dibandingkan wilayah Jakarta sebesar 3,90; kontrol dengan selisih nilai rata-rata lebih besar untuk wilayah Pangkal Pinang sebesar 9,00 dibandingkan wilayah Jakarta sebesar 6,60; Manfaat dengan selisih nilai rata-rata lebih besar untuk wilayah Pangkal Pinang sebesar 8,00 dibandingkan wilayah Jakarta sebesar 6,067; Tidak ada perbedaan bermakna kemandirian dalam menghadapi persalinan dan komplikasi (akses, partisipasi, kontrol dan manfaat) antara kelompok intervensi dan kontrol setelah dilakukan intervensi model partisipasi sensitif gender wilayah Jakarta dan Pangkal Pinang. Adanya perbedaan bermakna pengetahuan dan sikap, akses, partisipasi, kontrol, manfaat, dan kemandirian akses dalam menghadapi persalinan pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah intervensi model partisipatif sensitif gender baik di wilayah Jakarta maupun Tanjung Pinang.

Keywords


KIH; Gender-Sensitive; Self-Reliance; Sensitive gender; Kemandirian

References


AJI, A. J. ndependen (AJI). (2015). Indikator Sensitif Gender untuk Media (Bahasa Ind). UNESCO (United Nations Educational, Scientiic and Cultural Organization). https://aji.or.id/read/buku/37/indikator-sensitif-gender-untuk-media.html

Anggraeni, Y. S. (2015). Gambaran Tingkat Kesiapan Ibu Hamil dalam Menghadapi Persalinan dengan Program P4K. 46–52.

Badan Pusat Statistik. (2018). Survei Demografi dan Kesehatan 2017. In Riset Kesehatan Dasar 2018.

Badan Pusat Statistik, B. K. dan K. B., & kementerian kesehatan, U. (2018). Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2017. In Bkkbn.

Badan Pusat Statistik RI. (2020). Profil Kesehatan Ibu dan Anak 2020. Badan Pusat Statistik.

Dewi, R. G. A. I., Sulistyono, A., & Mahmudah. (2015). Analisis Faktor yang Berpengaruh terhadap Kemampuan Ibu Hamil dalam Melakukan Deteksi Dini Risiko Perdarahan Pasca Persalinan dan Preeklamsia. In Majalah Obstetri & Ginekologi (Vol. 23, Issue 2).

F.A, N. W., Indarwati, R., & Has, E. M. M. (2014). Hubungan Antara Dukungan Keluarga dan Self Care Management Lansia dengan Hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan Manyar Sabrangan Surabaya. Indonesian Journal of Community Health Nursing, 3(1), 79–88. https://e-journal.unair.ac.id/IJCHN/article/view/12213/7086

Fuada, N., & Setyawati, B. (2015). Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil di Indonesia. April, 67–75.

Isrofah, & Sumaningrum P, E. (2015). Evaluasi Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Di Puskesmas Siwalan Kabupaten Pekalongan. MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan, XIII(1), 29–37.

Jamaluddin, Apridar, Amalia, N., & Chaidar, A. (2014). Buku Cermin Kesetaraan Gender di Universitas Malikussaleh. Unimal.

Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. In Kemenkes.

Muhith, A., Fardiansyah, A., Media Y, A., & Larasati, Y. (2019). Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu, Keluarga Dan Kader Dalam Deteksi Dini Resiko Tinggi Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sambeng Kabupaten Lamongan. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 7(1), 37–44. https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/care/article/view/1084/pdf

Nurdiyan, A., Desmiwarti, D., & Machmud, R. (2015). Analisis Sistem Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Malalak dan Biaro Kabupaten Agam. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1), 1–9. https://doi.org/10.25077/jka.v4i1.173

Nurhayati, F., Studi, P., Bogor, K., & Bandung, P. K. (2016). Hubungan Status Paritas Dengan Tingkat Kemandirian. Jurnal Kesehatan, Vol 7, No, 355–359.

Okatiranti, Irawan, E., & Amelia, F. (2017). Hubungan Self Efficacy Dengan Perawatan Diri Lansia Hipertensi. Jurnal Keperawatan BSI, 5(2), 130–139. http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jk 130

Permatasari, L. I., Mamat, L., & Supriadi. (2014). Hubungan dukungan keluarga dan self efficacy dengan perawatan diri lansia hipertensi. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 10(2), 993–1003. http://lppm.unsil.ac.id/files/2015/02/02.-Leya-indah.pdf

Putri, D., Masrul, M., & Maputra, Y. (2020). Pengaruh Penerapan Praktik Interprofessional Education Terhadap Tingkat Kepuasan Ibu Yang Mengikuti Kelas Ibu Hamil Di Puskesmas Kota Bukittinggi. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4), 71–80. https://doi.org/10.25077/jka.v8i4.1119

Respati, S. H., Sulistyowati, S., & Nababan, R. (2019). Analisis Faktor Determinan Kematian Ibu di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Indonesia. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 6(2), 52. https://doi.org/10.22146/jkr.43463

Rochmatin, H. (2019). Gambaran Determinan Kematian Ibu di Kota Surabaya Tahun 2015-2017. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 7(2), 178. https://doi.org/10.20473/jbk.v7i2.2018.178-187

Rokayah, Y., & Rusyanti, S. (2017). Persepsi Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Ante Natal Care (ANC) Oleh Bidan Di Wilayah I Puskesmas Kabupaten Lebak Tahun 2016. Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan), 4(1), 13–22. https://doi.org/10.36743/medikes.v4i1.66


Article Statistic

Abstract view : 18 times
Fulltext (Bahasa Indonesia) views : 9 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.