Determinant Teenager Family Planning in Banten Province 2019 (SKAP 2019 Secondary Analysis Data)

Reni Nofita(1), Dorsinta Siallagan(2), Restu Octasila(3), Rd. Deden Gumilar Nugraha(4*)
(1) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten
(2) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten
(3) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten
(4) Perwakilan BKKBN Provinsi Banten
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v7i2.607

Abstract

The United Nations Children's Fund (UNICEF) in 2013, stated that Indonesia was the country with the seventh-highest child marriage rate in the world. Based on data SKAP 2019, the knowledge index of adolescents about KRR for Banten Province at 44.2%. The purpose of the study was to determine the determinants of family planning in teenagers in Banten Province in 2019 as input in determining the priority of improvement program efforts in reducing the incidence of early marriage in adolescents, especially in Banten Province. This research is a quantitative study, using secondary data from the 2019 Youth SKAP. The research design is cross sectional. The outcome variable of this study is family planning in adolescents, while the predictor variables include; Gender, area of residence, education, age group, teenager Knowledge about Reproductive Health, Exposure to media sources, Information Source Officer, Ever Dating, Sexual Attitude before marriage and Courtship Behavior. The population of this study was teenagers in Banten Province, while the research sample used the results of the 2019 SRS SKAP data restriction, namely 1454 respondents. Univariate analysis describes family planning in teenagers and their predictor factors, bivariate analysis using Chisquare and Anova, for multivariate analysis using logistic regression. The results obtained 59.6% of family planning in teenagers is not good. There was a significant relationship between age group (p=0.001), place of residence (p= 0.000), level of education (p=0.000), knowledge of adolescent reproductive health (p=0.000), exposure to information media (p=0.000), service provider information (p=0.000), ever dating (p=0.000) and courtship behavior (p=0.000) on family planning in adolescents in Banten Province in 2019. The most dominant factor for family planning in teenager is teenager knowledge about reproductive health in the category of having sufficient the chances of family planning are 7 times better than those with less good knowledge after being controlled by variables of age group, place of residence, education level, media exposure, information giving officers and having been in a relationship. Suggestions for this research to the youth sub-sector to continue to disseminate information about teenager reproductive health either through the media or officers who provide information and make advertisements about reproductive health or family planning.

 

Abstrak: The United Nations Children's Fund (UNICEF) pada tahun 2013, menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara dengan angka perkawinan anak tertinggi ketujuh di dunia. Berdasarkan data SKAP 2019 tentang indek pengetahuan remaja tentang KRR untuk Provinsi Banten pada angka 44,2%. Tujuan penelitian adalah Diketahuinya determinan perencanaan keluarga pada remaja di Provinsi Banten Tahun 2019 sebagai bahan masukan dalam menentukan prioritas upaya program peningkatan dalam mengurangi kejadian nikah dini pada remaja khususnya di Provinsi Banten. Penelitian merupakan studi kuantitatif, menggunakan data sekunder SKAP Remaja 2019. Desain Penelitian cross sectional. Variabel outcome penelitian ini adalah perencanaan keluarga pada remaja, sedangkan variable predictor meliputi; Jenis kelamin, wilayah tempat tinggal, pendidikan, kelompok umur, Pengetahuan Remaja tentang kesehatan Reproduksi, Keterpaparan sumber media, Petugas Sumber Informasi, Pernah Pacaran, Sikap Seksual sebelum menikah dan Perilaku pacaran. Populasi penelitian ini adalah remaja di Provinsi Banten sedangkan sampel penelitian menggunakan hasil retriksi data SRS SKAP 2019 yaitu 1454 Responden. Analisa univariat menggambarkan perencanaan keluarga pada remaja serta factor-faktor prediktornya, analisa bivariate menggunakan Chisquare dan Anova, untuk analisa multivariate menggunakan regresi logistik. Hasil diperoleh 59.6 % perencanaan keluarga pada remaja kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara kelompok usia (p= 0.001), tempat tinggal (p= 0.000), tingkat pendidikan (p=0.000), pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja (p=0.000), Keterpaparan Media informasi (p=0.000), petugas pemberi informasi (p=0.000), pernah pacaran (p=0.000) dan perilaku pacaran (p=0.000) terhadap perencanaan berkeluarga pada remaja di Provinsi Banten Tahun 2019. Faktor yang paling dominan terhadap perencanaan berkeluarga pada remaja pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi katagori cukup memiliki peluang perencanaan keluarga 7 kali lebih baik dibandingkan berpengetahuan kurang baik setelah dikontrol oleh variabel kelompok usia, tempat tinggal, tingkat pendidikan, keterpaparan media, petugas pemberi informasi dan pernah pacaran. Saran penelitian ini kepada Sub bidang remaja agar tetap menyebarkan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja baik melalui media ataupun petugas pemberi informasi serta membuat iklan mengenai kesehatan reproduksi atau perencanaan berkeluarga.

Keywords


Family Planning; Teenager; Banten; SKAP 2019

References


Amir Syarifuddin, 2007. Hukum Perkawinan di Indonesia. Jakarta. Kencana

BKKBN. 2019. Modul Remaja; Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Diakses melalui (https://www.cis.bkkbn.go.id/latbang). Pada Tanggal 4 Mei 2020

BPS. 2020. Pencegahan perkawinan Anaka Percepatan yang tidak dapat ditunda. Jakarta PUSKAPA Universitas Indonesia

Bapenas, 2019. Kualitas SDM Indonesia Masih Ketinggalan Jauh dari Vietnam. Diakses Tanggal 10 April 2020. Melalui https://katadata.co.id/berita/2019/08/14/bappenas-kualitas-sdm-indonesia-masih-ketinggalan-jauh-dari-vietnam

Djamilah, D., & Kartikawati, R. (2014). Dampak Perkawinan Anak di Indonesia. Jurnal Studi Pemuda, 3(1), 1-16.

Sari, Fitri, and Euis Sunarti. 2013. “Kesiapan Menikah Pada Dewasa Muda Dan Pengaruhnya Terhadap Usia Menikah.” Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen 6(3): 143–53.

Sihite, Permai Jusnita, Djoko Nugroho, and Yudhy Dharmawan. 2017. “246 Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Siswa Tentang Triad KRR (Seksualitas, HIV/AIDS, Dan Napza) Di Smk Swadaya Kota Semarang Tri Wulan II Tahun 2017.” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) 5(4): 237–46.

Susanto, Tantut et al. 2016. “Persepsi Remaja Dalam Perencanaan Keluarga Di Daerah Rural Dan Urban Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.” Jurnal Keluarga Berencana 1(1): 1–12.

Rohman, H. 2017. “Batas Usia Ideal Pernikahan Perspektif Maqasid Shariah.” Journal Of Islamic Studies an Humanities 1(1): 67–92. https://journal.walisongo.ac.id/index.php/JISH/article/view/1374.

Payne, K. K. 2012. “Median Age at First MarriageNo Title.” National Center for Family & Marriage Research.

Kuperberg, A. 2014. “Age at Coresidence, Premarital Cohabitation, and Marriage Dissolution.” Journal of Marriage and Family 2(76): 352–69. http://static.stevereads.com/papers_to_read/age_at_coresidence_premarital_cohabitation_and_marriage_dissolution_1985_2009.pdf.

Furstenberg, Frank F, and Albert G Crawford. 1978. “Family Support: Helping Teenage Mothers to Cope.” Family planning perspectives 10(6): 322–33.

Murtiyani N. 2014. “Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kenakalan Remaja Di RW V Kelurahan Sidokare Kecamatan Sidoarjo.” Jurnal Keperawatan 1(1): 1–9. https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Murtiyani+N.+%282011%29.+Hubungan+Pola+Asuh+Orang+Tua+dengan+Kenakalan+Remaja+di+RW+V+Kelurahan+Sidokare+Kecamatan+Sidoarjo.+Jurnal+Keperawatan%2C+1+%281%29%2C+1-9.++&btnG=.

Tasnim, T. 2019. “Free Sex Behavioral Factors Based On The Health Belief Model: A Study In Teenagers In Muna, Indonesia.” Indonesian Journal Of Health Sciences Research And Development (IJHSRD), 1(1): 22–31. http://ijhsrd.com/index.php/ijhsrd/article/view/3.

Rusmilawaty Rusmilawaty, Yuniarti Yuniarti, Tri Tunggal. 2016. “Communication of Parents, Sexual Content Intake and Teenage Sexual Behavior at Senior High School in Banjarmasin City.” Kesmas: National Public Health Journal 1(10): 113–19. http://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/581.

Istiqomah, N., & Notobroto, H. B. 2016. “Pengaruh Pengetahuan, Kontrol Diri Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Di Kalangan Remaja SMK Di Surabaya.” Jurnal Biometrika dan Kependudukan 5(2): 125–34. ttps://e-journal.unair.ac.id/index.php/JBK/article/view/5832.

Dawson, Deborah Anne. 1986. “The Effects of Sex Education on Adolescent Behavior.” Family Planning Perspectives 14(4): 1620179. https://www.jstor.org/stable/2135325?seq=1.

Way, Ann K. Blanc and Ann A. 1998. “Sexual Behavior and Contraceptive Knowledge and Use among Adolescents in Developing Countries.” Studies in Family Planning 29(2): 106–16. https://www.jstor.org/stable/172153?seq=1.

Natalia, Nucke Widowati Kusumo Projo dan Christiayu. 2014. “Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Oleh Remaja SMA Di Kabupaten Malang.” Jurnal Ilmiah Widya, 25(1): 1. http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Abstraksi_209758632949.pdf.

Harni Andriani, Yasnani Yasnani, arum dian pratiwi. 2016. “Hubungan Pengetahuan, Akses Media Informasi Dan Peran Keluarga Terhadap Perilaku Seksual Pada Siswa SMK Negeri 1 Kendari Tahun 2016.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat 1(3): 1–11. http://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/1314.

L’Engle, Kelly Ladin, Jane D Brown, and Kristin Kenneavy. 2006. “The Mass Media Are an Important Context for Adolescents’ Sexual Behavior.” Journal of Adolescent Health 38(3): 186–92.

Delita Septialti -, Atik Mawarni -, Djoko Nugroho.,Dharmawan, Yudhy. 2016. “Hubungan Pengetahuan Responden Dan Faktor Demografi Dengan Pernikahan Usia Dini Di Kecamatan Banyumanik Tahun 2016.” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) 5(4): 198–206. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/18346.

Delita Septialti -, Atik Mawarni -, Djoko Nugroho.,Dharmawan, Yudhy. 2016. “Hubungan Pengetahuan Responden Dan Faktor Demografi Dengan Pernikahan Usia Dini Di Kecamatan Banyumanik Tahun 2016.” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) 5(4): 198–206. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/18346.

Delita Septialti -, Atik Mawarni -, Djoko Nugroho.,Dharmawan, Yudhy. 2016. “Hubungan Pengetahuan Responden Dan Faktor Demografi Dengan Pernikahan Usia Dini Di Kecamatan Banyumanik Tahun 2016.” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) 5(4): 198–206. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/18346.

PRAYOGA, G. 2015. “Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta.” https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=17.%09PRAYOGA%2C+G.+%282015%29.+Hubungan+Antara+Pengetahuan+Kesehatan+Reproduksi+Dan+Sikap+Seksualitas+Dengan+Perilaku+Pacaran+Pada+Pelajar+SLTA+Di+Kota+Semarang+%28Doctoral+Dissertation%2C+UNIVERS.

Nasution, Sri Lilestina. 2012. “Pengaruh Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di Indonesia.” Jurnal Widya Riset 15(1).

Delita Septialti -, Atik Mawarni -, Djoko Nugroho.,Dharmawan, Yudhy. 2016. “Hubungan Pengetahuan Responden Dan Faktor Demografi Dengan Pernikahan Usia Dini Di Kecamatan Banyumanik Tahun 2016.” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) 5(4): 198–206. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/18346.

Devinta, C. 2016. “Hubungan Antara Religiositas Dengan Perilaku Asertif Untuk Menolak Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Yang Pernah Pacaran.” http://repository.wima.ac.id/8527/.

Setiawan, Rony, and Siti Nurhidayah. 2008. “Pengaruh Pacaran Terhadap Perilaku Seks Pranikah.” SOUL: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi 1(2): 59–72.


renate s.i kondatana, theresia puspitawati, ayu fitriani. 2018. “Hubungan Pemanfaatan Pusat Informasi Dan Konseling Mahasiswa (PIK M) Impact Dewantara Dengan Sikap Terhadap Seksual Pranikah Mahasiswa Di Yogyakarta.” Jurnal Formil (forum Ilmiah) Kesmas Respati 3(1): 51–58. http://formilkesmas.respati.ac.id/index.php/formil/article/view/112.

Montoya, D. Y., & Scott, M. L. 2013. “The Effect of Lifestyle-Based Depletion on Teen Consumer Behavior.” Journal of Public Policy & Marketing 32(1): 82–96.


Article Statistic

Abstract view : 30 times
Fulltext (Bahasa Indonesia) views : 6 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Reni Nofita, Dorsinta Siallagan, Restu Octasila, Rd. Deden Gumilar Nugraha

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.