The Effectiveness of Providing Structured Education on Self-awareness as an Effort to SUKA-SUKA COVID-19 (One Family One COVID-19 Cadre)

I Nyoman Asdiwinata(1*), Theresia Anita Pramesti(2), I Made Sudarma Adiputra(3), Bayu Anggileo Pramesona(4)
(1) (Scopus ID: 57201555135) Mayjend. HM. Ryacudu General Hospital Kotabumi, Lampung
(2) STIKes Wira Medika Bali
(3) STIKes Wira Medika Bali
(4) Universitas Lampung
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v7i3.1315

Abstract

The increase in the incidence of coronavirus infection, the number of news that is not yet clear the truth and even the emergence of a new type of variant of the corona virus adds to the difficulty of the public to receive well information that can increase awareness of themselves and their families. The method chosen to provide such education is with structured education. This study aims to find out the effectiveness of providing structured education toward self-awareness. This is a quasi-experiment with a pretest-posttest design with a control group design. 140 respondents participated in the study taken with the Purposive Sampling technique. Data collection uses valid and reliable self-awareness questionnaires. The results of this study showed the average value of self-awareness in the treatment group statistically decreased with the p-value. 000 (p less than 0.05), while in the control group there was no difference in p-value. 086. Different tests of the two groups obtained a p-value of 0.000, from these results there was a difference in self-awareness between the treatment and control groups. The provision of structured education to prospective COVID-19 cadres in the family is statistically proven to increase self-awareness so that the ability of community to understand the COVID-19.

 

Abstrak: Peningkatan angka kejadian infeksi Virus Corona, banyaknya pemberitaan yang belum jelas kebenarannya dan bahkan munculnya jenis varian baru dari virus corona ini menambah kesulitan masyarakat untuk menerima dengan baik informasi yang dapat guna meningkatkan kesadaran diri sendiri maupun keluarga, sehingga diharapkan adanya sebuah cara yang tepat untuk dapat mengedukasi masyarakat terkait pemahaman yang baik tentang COVID-19. Metode yang dipilih untuk memberikan edukasi tersebut adalah dengan edukasi terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas pemberian edukasi terstruktur terhadap self-awareness sebagai upaya menciptakan satu keluarga satu kader covid-19. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan Pretest-Postest with Control Group Design. 140 responden berpartisipasi dalam penelitian ini diambil dengan tehnik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner self-awareness yang sudah valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukan nilai rata-rata self-awareness pada kelompok perlakuan secara statistik mengalami penurunan dengan p-value .000 (p kurang dari 0.05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan p-value .086. Uji beda dua kelompok didapatkan hasil p-value 0.000, dari hasil ini terlihat ada perbedaan self-awareness antara kelompok perlakuan dan control. Pemberian edukasi terstruktur pada calon kader COVID-19 di keluarga secara statistik terbukti meningkatkan self-awareness, sehingga kemampuan masyarakat dalam memahami situasi COVID-19 dapat menjadi lebih baik.

Keywords


COVID-19; Self-Awareness; Structured Education

References


Bachri, Y., & Utami, A. S. (2021). Pengaruh Edukasi Berbasis Whatsapp terhadap Self Awareness Remaja untuk Penerapan Pencegahan Penularan Covid-19. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 4(3), 537–544.

Denpasar Dinas Kesehatan Kota. (2021). Data Satgas Penanggulangan COVID-19.

Erliyani, T., Shalahuddin, I., & Rosidin, U. (2021). Edukasi 3M dalam Meningkatkan Self-Awareness Terhadap Penyebaran Covid-19 Di SMKN 4 Garut. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 98–107.

Luger, T. M. (2013). Health Beliefs/Health Belief Model. In M. D. Gellman & J. R. Turner (Eds.), Encyclopedia of Behavioral Medicine (pp. 907–908). Springer New York. https://doi.org/10.1007/978-1-4419-1005-9_1227

Maharani, L., & Mustika, M. (2016). Hubungan Self Awareness dengan Kedisiplinan Peserta Didik Kelas VIII di SMP Wiyatama Bandar Lampung (Penelitian Korelasional Bidang BK Pribadi). Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 3(1), 57–72.

Notoadtmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan Edisi Revisi. PT. Rineka Cipta.

Prasetya, C. H. (2015). Efektivitas Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Hipertensi. Mutiara Medika, 15(1), 67–74.

Rosidah, A., Khasanah, B. A., & Kayyis, R. (2020). Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pencegahan Covid-19 Melalui Video Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan. Jurnal Ilmu Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 414–419.

Sabriana, I., & Indrawan, J. (2020). Mengembangkan Kesadaran Diri (Self-awareness) Masyarakat Untuk Menghadapi Ancaman Non Tradisional: Studi Kasus COVID-19. Jurnal Ketahanan., Vol 8(No 2.), 144–163.

Sulisnadewi, N. K., Nurhaeni, N., & Gayatri, D. (2012). Pendidikan Kesehatan Keluarga Efektif Meningkatkan Kemampuan Ibu Dalam Merawat Anak Diare. Jurnal Keperawatan Indonesia, Vol 15. (No 3.), 165–170.

Syahwal, M. (2020). Implementasi Health Education Dalam Meningkatkan Kesiapan Keluarga Merawat Pasien Stroke. Jurnal Keperawatan STIKes Kendari, 3(3), 2407–4801.

Tomey, A. M., & Alligood, M. R. (2006). Nursing Theorists and Their Work. Mosby Elsevier.

Wenny, H. (2015). Peran Lingkungan Keluarga Terhadap perkembangan Anak. Musawa, 7(2), 265–282.


Article Statistic

Abstract view : 16 times
PDF (Bahasa Indonesia) views : 1 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 I Nyoman Asdiwinata, Theresia Anita Pramesti, I Made Sudarma Adiputra, Bayu Anggileo Pramesona

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.