Qualitative analysis of phenol group compounds on antiseptic products X and Y

Diah Kartika Putri(1*), Wina Safutri(2), Ananda Ayu Chandra(3), Taufiki Miftausakina(4), Muhammad Ridwan(5), Ahmad Sutomo(6)
(1) Pharmacy Department, Faculty of Health, Universitas Aisyah Pringsewu
(2) Pharmacy Department, Faculty of Health, Universitas Aisyah Pringsewu
(3) Bachelor of Pharmacy, Faculty of Health, Universitas Aisyah Pringsewu
(4) Bachelor of Pharmacy, Faculty of Health, Universitas Aisyah Pringsewu
(5) Bachelor of Pharmacy, Faculty of Health, Universitas Aisyah Pringsewu
(6) Bachelor of Pharmacy, Faculty of Health, Universitas Aisyah Pringsewu
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v8iS1.1721

Abstract

Injuries or wounds often occur in humans and animals, with various levels of severity, namely mild, moderate, and severe. The entry of pathogenic microorganisms into the open wound area can cause infection and can cause various effects including rapid loss of organ function, stress response from the sympathetic nervous system which triggers rapid physiological changes, a bleeding process accompanied by hemostasis, and even death. The substances can assist wound healing in the drug given. Antiseptic can prevent infection in the wound and clean the body parts where there are wounds. This study aimed to qualitatively analyze the phenol groups found in antiseptic products X and Y using an experimental method. The results obtained from all tests, namely sample X showed positive results in the organoleptic test, solubility test, and firmness test, but negative in the group test, while sample Y showed positive results in the organoleptic test, solubility test, group test, and firmness test. The conclusion obtained is that both positive antiseptic samples contain phenol.

 

Abstrak: Cedera atau luka sering terjadi pada manusia maupun hewan, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda yaitu ringan, sedang dan berat. Masuknya sejumlah mikroorganisme patogen didaerah luka yang terbuka dapat menyebabkan infeksi dan dapat menimbulkan efek yang bervariasi diantaranya hilangnya fungsi organ tubuh secara cepat, timbul respon stres dari sistem saraf simpatis sehingga memicu perubahan fisiologis secara cepat, proses pendarahan disertai hemostatis dan bahkan kematian. Penyembuhan luka dapat dibantu dengan zat-zat yang ada didalam obat yang diberikan.  Pencegahan infeksi pada luka sekaligus membersihkan bagian tubuh yang terdapat luka dapat digunakan antiseptika. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menganalisis secara kualitatif golongan fenol yang terdapat pada produk antiseptika X dan Y menggunakan metode eksperimen. Uji yang dilakukan pada penelitian meliputi uji organoleptik, uji kelarutan, uji golongan, dan uji penegasan. Hasil yang diperoleh dari semua uji yaitu sampel X menunjukkan hasil positif pada uji organoleptik, uji kelarutan, dan uji penegasan, namun negatif pada uji golongan, sedangkan pada sampel Y menunjukkan hasil positif pada uji organoleptik, uji kelarutan, uji golongan, dan uji penegasan. Kesimpulan yang diperoleh bahwa kedua sampel antiseptik positif mengandung fenol.

Keywords


Antiseptic; Phenol; Qualitative; Wound

References


Abdurrahmat, A. (2014). Luka, Peradangan dan Pemulihan. Entropi, 9(1), 729–738. https://doi.org/10.1007/978-3-662-45304-9_23

Aisy, N. R. (2019). Identifikasi Gugus Alkohol dan Fenol. Tulisan diakses dari alamat https://www.academia.edu

Ardini, D., Pudji Rahayu, & Mulatasih, E. R. (2020). Penuntun Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif. Pusaka Media: Bandarlampung.

Diah, H., Sabaniah, & Indriyanti, N. (2019). Evaluasi Formula dan Uji Penetrasi Gel Kuersetin Sebagai Obat Luka Sayat Pada Kelinci. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 10, 52–57. https://doi.org/10.25026/mpc.v10i1.362

Dirjen POM. (1979). Farmakope Indonesia Edisi III. Depkes RI: Jakarta.

Halijah Putriyani, & Sri Peni Fitrianingsih. (2022). Studi Literatur Potensi Sediaan Topikal Sarang Burung Walet (Aerodramus fuciphagus) sebagai Penyembuh Luka. Bandung Conference Series: Pharmacy, 2(2). https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2.4545

Haqqi, D. ul. (2014). Identifikasi Senyawa Golongan Alkohol, Fenol, dan Asam Karboksilat. Universitas Padjajaran: Jatinangor.

Karlina, V. R., & Nasution, H. M. (2022). Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli. Journal of Health and Medical Science, 1(2), 131–139.

Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699.

Maharani, E., & Yusrin. (2019). Urgensi Materi Instrumentasi Kimia Bagi Mahasiswa Analis Kesehatan. Jurnal Pendidikan Sains (JPS), 7(2), 188–194. http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JPKIMIA

Mukhriani, M., Rusdi, M., Arsul, M. I., Sugiarna, R., & Farhan, N. (2019). Kadar Fenolik dan Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Anggur (Vitis vinifera L). Ad-Dawaa’ Journal of Pharmaceutical Sciences, 2(2). https://doi.org/10.24252/djps.v2i2.11503

Sari, Y. (2020). Identifikasi Gugus Fungsi Senyawa Organik Melalui Kelarutan. UIN Antasari : Banjarmasin.


Article Statistic

Abstract view : 1111 times
PDF (Bahasa Indonesia) views : 7457 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.