Kecacingan Sebagai Salah Satu Faktor Penyebab Menurunnya Prestasi Belajar Siswa

H Hardono(1*), Ari Prastiono(2)
(1) Prodi Keperawatan STIKes Aisyah Pringsewu Lampung - Indonesia
(2) Puskesmas Kalirejo Pesawaran
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v1i1.10

Abstract

Abstrak: Kecacingan termasuk dalam 11 dari 20 jenis Neglected Tropical Disease (NTD) atau penyakit tropis terabaikan yang terdapat di Indonesia. Angka kecacingan di Indonesia tahun 2012 adalah 22,6%.Kecacingan menimbulkan mual, kembung dan diare, anemia, kurang gizi, mudah sakit, kurang aktif dan lemas, sehingga berpengaruh pada intelegensi question (IQ) anak.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Kejadian kecacingan dengan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Objek penelitian ini adalah semua siswa kelas 1 SD sebanyak 30 orang. Penelitian dilaksanakan pada 9-12 Juni 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kejadian kecacingan sebanyak 8 siswa (26,7%) dengan jenis cacing gelang (Ascaris Lumricoides) sebesar 100%. Prestasi belajar siswa kurang baik sebanyak 20 siswa (66,7%). Ada hubungan kejadian kecacingan dengan prestasi belajar siswa dengan  p value 0,029 dengan OR=1,8 artinya responden menderita kecacingan berisiko 1,8 memiliki  prestasi belajar kurang baik dibandingkan responden yang tidak menderita kecacingan.

Kata kunci: Kecacingan, Prestasi Belajar, Siswa


WORMY AS ONE OF CAUSATIVE FACTOR REVERSE LEARNING STUDENT ACHIEVEMENT

Abstract: Worms included in 11 of the 20 types of Neglected Tropical Disease (NTD) or the neglected tropical diseases found in Indonesia. Figures worms in Indonesia in 2012 was 22.6%. worms can cause nausea, bloating and diarrhea, anemia, malnutrition, illness-prone, less active and limp, so the effect on the question of intelligence (IQ) of children. The purpose of this study was to determine the relationship between worm infection and incidence of student achievement. This type of research is quantitative with cross sectional design. The object of this study is all students of elementary school in grade 1 as many as 30 pupils. The experiment was conducted on June 9 to 12, 2014. The results showed that students who experience worm disease incidence as much as 8 students (26.7%) with the type of Ascaris Lumricoides are 100%. less student achievement by 20 students (66.7%). There is correlate between the incidence of worm infection and student achievement in elementary school Grade 1with p value 0.029 with OR = 1.8 means that the respondent suffered a 1.8-risk worm disease have poor learning achievement than those who did not suffer from worm infection.

Keywords: Worms, Achievement, Student

Keywords


Kecacingan; Prestasi Belajar; Siswa

References


Akbar, Reni., Hawadi(2011). Akselerasi. A-Z informasi program percepatan belajar dan anak berbakat intelektual. Jakarta: Grasindo.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran. (2013). Profil Kesehatan Kabupaten Pesawaran Tahun 2013.

Departemen Kesehatan (2006). Keputusan Menteri Kesehatan No 424/menkes/sk/VI/2006 tentang Pedoman pengendalian cacingan.

Djaali,Pudji Muljono (2008).Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan Grasindo. Jakarta.

Endrawati,Heni (2012). Pemeriksaan Tinja Metode Pemeriksaan Kato Katz dalam http://habibi.staff.ub.ac.id/files/2012/11/PEMERIKSAAN-TINJA-METODE-KATO-KATZ.pdf diakses tangal 3 Januari 2014

Gandahusada, Ilahude, Pribadi (1998). Parasitologi Kedokteran. Edisi ketiga. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Hapsari, Sri (2005) Bimbingan dan Konseling SMA Kelas XI. Jakarta: Grasindo.

Hastono, Priyo Sutanto (2007). Analisa data Kesehatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Depok.

Hutabarat, Rodinda Marsha Ruth. (2013). Hubungan infeksi soil transmitted helminthes dengan prestasi belajar anak sekolah dasar di SDN 060972 Simalingkar B Medan

Judarwanto.Widodo,SpA (2008). 10 Penyakit Tersering Pada Anak. Jakarta. Dalam http://childrenclinic.wordpress.com/2008/12/29/10-penyakit-tersering-pada-anak/ diakses tanggal 3 Januari 2014

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Kemenkes Berkomitkmen Eleminasi filariasis dan kecacingan. Dalam http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2382 diakses tangal 3 Januari 2014

Profil Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tahun 2012. (2013). Direktorat Jendral pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Jakarta.

Anak SD Masih Rawan Cacingan. (2012).Dalamhttp://www.sanitasi.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=358&Itemid=1 diakses tanggal 3 Januari 2013.

Kementrian pemberdayaan Perempuan dan anak. (2012). Profil Anak Indonesia 2012. Jakarta. Kerjasama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Badan Pusat Statistik.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. (1989). Konvensi tentang Hak-Hak Anak. 20 November 1989.

Mansjoer & Arif (2000). Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Medica Aesculpalus, FKUI, Jakarta.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

Natadisastra, Djaenudin. Agoes, Ridad. (2009). Parasitologi Kedokteran: ditinjau dari Organ Tubuh yang diserang. EGC. Jakarta.

Perserikatan Bangsa-Bangsa. (1989). Konvensi Hak Anak. 20 November 1989.

Presiden Republik Indonesia (2002). Undang-Undang Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002.

Purwati Widya, Ningsih. Syamsianah Agustin, Meikawati Wulandari (2010). Hubungan infeksi kecacingan, tingkat konsumsi energi dan protein dengan prestasi belajar siswa SD Bandarharjo Swasta Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang.

Seffiyanti, Yeni. (2006). Hubungan penyakit cacingan dengan prestasi belajar pada

Sunaryo. (2004).Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.

Setiawati Mexitalia, SpA, Prasetyo Wijayanto dr, Dahsyat Wasis Setiadi dr (2002). Hubungan Kecerdasan Emosional, Status Gizi dengan Prestasi Belajar. Semarang. Penelitian Dosen Muda Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Sugiyanto.(2011). Karakteristik Anak Usia SD.Dalam http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/Karakteristik%20Siswa%20SD.pdf diakses tanggal 3 Januari 2014

Efendi, Fery, Makhfudli (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas, Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Salemba Medika, Jakarta

Effendy, Nasrul. (1998). Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. EGC. Jakarta.

Simamora, Raymond.(2008). Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan. EGC. Jakarta.

Wibowo, Joko Rudi. (2008). Hubungan antara infeksi soil transmitted helminthes dengan prestasi belajar anak Sekolah Dasar 03 Pringapus,Kabupaten Semarang Jawa Tengah.


Article Statistic

Abstract view : 2078 times
PDF (Bahasa Indonesia) views : 1232 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.