Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan Perilaku Sadari
Abstract
Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian dan jenis kanker yang lebih banyak terjadi pada wanita adalah kanker payudara. Perlu dilakukan upaya untuk pencegahan kanker payudara melalui deteksi dini yang dikenal dengan metode SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI MA Al-Fatah Natar, sampel diambil sebanyak 70 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square. Analisis univariat menunjukkan terdapat 36 responden (51, 4%) pengetahuan cukup dan 56 responden (80%) siswi kelas XI belum pernah melakukan SADARI. Uji statistik chi square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan perilaku SADARI p value 0,016. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi khususnya deteksi dini kanker payudara secara kontinyu.
Abstract: Cancer is one of the leading causes of death and the most common type of cancer in women is breast cancer. Efforts should be made to prevent breast cancer through early detection known as the SADARI method. This research is an analytic survey research with cross sectional design. The population in this study were all students of class XI MA Al-Fatah Natar, the sample was taken as much as 70 respondents by using simple random sampling technique. Data analysis technique used is univariate and bivariate with chi square test. Univariate analysis showed 36 respondents (51, 4%) have sufficient knowledge and 56 respondents (80%) of grade XI students had never done SADARI. Chi square statistic test showed that there was a significant correlation between knowledge of Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) with behavioral SADARI p value 0,016. Health workers are expected to provide counseling about reproductive health, especially early detection of breast cancer continuously.
Keywords: Knowledge; Behavior; SADARI
Keywords
References
Ali, Asrori. (2009). Psikologi Remaja, Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta : Rineka Cipta
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2012). Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2012. Bandar Lampung
Hastono, Sutanto Priyo. (2007). Analisis Data. Jakarta: FKM-UI
Infodatin Kemenkes RI. (2015). Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
Kemenkes RI. (2015). Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
Kusmiran, E. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2007). Ilmu Prilaku dan Pendidikan Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Notoatmodjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta : Rineka Cipta
Nurhayati. (2013). Pengetahuan Kanker Payudara dengan Memeriksa Payudara Sendiri (SADARI) pada Siswi Sekolah Menengah Atas. Jurnal Keperawatan. Volumer IX, No. I
Olfah, Yustiana. (2013). Kanker Payudara dan SADARI, Jakarta: Nuha Medika
Permenkes no 34 tahun 2015. Penanggulangan Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim. Jakarta
Purwoastuti, Endang. (2010). Kanker Payudara, Pencegahan dan Deteksi Dini. Jakarta: Kaninus
Rosyidah, Nanik Nur. (2011). Hubungan Pengetahuan Mahasiswa Kebidanan Tingkat II Tentang SADARI dengan Frekuensi Melakukan SADARI. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, Stikes Dian Husada Mojokerto
Sudarto, Himawan Sutisna, Tjarta Achmad. (2005). Buku Ajar Patologi I edisi ke- 1. Jakarta: Sagung Seto
Yayasan Kanker Indonesia. (2012). Kanker Payudara. Diunduh tanggal 25 April 2017Article Statistic
Abstract view : 11602 timesPDF (Bahasa Indonesia) views : 9158 times
Dimensions Metrics
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









